-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Fakta Tersembunyi Dibalik Sejarah Kampung Rangkang

Kamis, 08 Juli 2021 | Juli 08, 2021 WIB Last Updated 2021-07-08T23:56:52Z

Manggarai Barat (kabar.nusantara.com) - Rangkang merupakan bekas perkampungan tua yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Secara administrasi Rangkang terletak di wilayah Desa Persiapan Benteng Letek, Kecamatan Pacar Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Fakta-fakta sejarah yang masih ada sampai saat ini berupa sebuah batu lesung, dua buah wadah, dan pekuburan tua yang letaknya tidak jauh dari lokasi bekas perkampungan berhasil ditelusuri kabar.nusantrara.com bersama beberapa warga setempat, Selasa  (06/06/2021).

Donatus Hambur salah satu tokoh adat yang juga merupakan keturunan leluhur yang pernah tinggal di kampung Rangkang saat diwawancarai awak media menuturkan keberadaan benda sejarah tersebut memperkuat bukti bahwa di rangkang pernah ada penghuni sekitar ribuan tahun yang lalu. Benda tersebut digunakan sebagai alat penyimpanan dan pengolahan makanan, seperti jagung, padi, dan kopi, serta bahan makanan lainnya.  

“Disini bekas perkampungan besar namanya Rangkang yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Sampai hari ini sebagai bukti peninggalan sejarah tersebut, masih terdapat batu lesung dan wadah yang digunakan oleh leluhur kami pada saat itu untuk menyimpan dan mengolah makananan, seperti  padi, jagung, kopi, dan bahan makanan lainnya,” tuturnya.

Selain batu lesung, kata dia masih terdapat pekuburan tua yang memperjelas bukti sejarah keberadaan kampung besar Rangkang pada ribuan tahun yang lalu.

“Disekitar lokasi batu lesung ini, juga terdapat banyak pekuburan tua yang letaknya sekitar 500 meter dari bekas perkampungan Rangkang, hal ini memperkuat bukti sejarah bahwa di tempat ini pernah ada kampung besar," katanya. 

Sementara itu, Nikolaus Taman salah satu pencinta wisata sejarah menegaskan keberadaan kampung Rangkang juga sudah tercatat dalam peta sejarah memperkuat bukti di Rangkang pernah ada penghuni pada ribuan tahun lalu.

“Kalau diperhatikan dalam peta, kampung rangkang ini sudah tercatat dalam peta, hal ini membuktikan bahwa kampung kuno ini merupakan salah satu kampung tertua,” ungkap pria yang akrab disapa Niko.

Lebih lanjut dia berharap keberadaan situs sejarah ini bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dan budaya untuk mendukung wisata super premium Labuan Bajo. Pengembangan situs bersejarah ini juga bisa memberikan dampak kemajuan dunia pariwisata di Manggarai Barat lebih khusus kemajuan ekonomi bagi pelaku pariwisata masyarakat lokal.

“Saya berharap untuk kedepanya tempat ini bisa difungsikan menjadi daya tarik wisata alam dan budaya untuk mendukung upaya pemerintah memajukan dunia pariwisata Labuan Bajo sebagai tujuan wisata Super Premium saat ini,” tutup Dia.  (Gris Ambot)

×
Berita Terbaru Update