-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Detik-detik Sebelum Abdul Menghabisi Nyawa Istrinya

Jumat, 30 Juli 2021 | Juli 30, 2021 WIB Last Updated 2021-08-01T12:15:38Z


 Jakarta (kabar-nusantara.com)  - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Abdul R (70) terhadap istrinya, MA (60). Dilansir dari laman  www. jpnn.com, Kamis (29/7/21)



Peristiwa pembunuhan sadis tersebut terjadi di rumahnya, kawasan Jagakarsa, sekitar pukul 13.30 WIB pada Selasa (27/7) lalu. Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel Kompol Achmad Akbar mengatakan prarekonstruksi itu dilakukan untuk memastikan unsur pidana dalam aksi sadisme yang dilakukan  Abdul.


"Kami memastikan lagi unsur pidana yang saat ini dipedomani oleh penyidik pada kasus pembunuhan ini. Ada 16 adegan," kata Achmad, Kamis (29/7). Dalam pelaksanaan prarekonstruksi suami bunuh istri itu, ada sekitar lima adegan yang menunjukkan perbuatan pembunuhan secara terencana oleh Abdul. Adegan yang diperagakan dalam prarekonstruksi itu mengacu pada berita acara pemeriksaan (BAP).


"Kami membaca dari perbuatan memang nyata terjadi," ucap Achmad. Saat prarekonstruksi juga diketahui detik-detik sebelum melakukan aksi sadisme, Abdul lebih bersikap pasif dan menunggu momentum yang tepat. Hal itu menguatkan dugaan penyidik tentang sangkaan pasal pembunuhan berencana.


"Perbuatan tersangka itu pasif dengan cara dia menunggu, tetapi masuk dalam unsur merencanakan. Dari situ petunjuk yang bisa menguatkan penyidik untuk menggali alat buktinya," tutur Achmad. (cr3/jpnn)


Kepolisian mengungkap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pembunuhan oleh suami terhadap istri di Jalan Kelapa Puan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Berikut, sejumlah fakta menarik dari kasus tersebut:


1. Polisi tetapkan Abdul R sebagai Tersangka Abdul ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap istrinya tersebut pada Rabu (28/7). Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah mengatakan penetapan Abdul sebagai tersangka setelah penyidik menaikkan kasus itu ke tahap penyidikan.


2. Abdul mengakui perbuatannya Abdul mengakui melakukan KDRT yang berujung tewasnya sang istri. Hal tersebut juga diperkuat dengan temuan bukti berupa bercak darah dan besi berkarat yang diduga dipakai untuk memukul kepala istrinya hingga korban tewas.


 3. Motif asmara.  Abdul tega menghabisi nyawa istrinya lantaran merasa cemburu. Pelaku mengaku kerap melihat istrinya beberapa kali ditemui dan terlihat mesra dengan seseorang atau beberapa orang.


4. Lima tahun memendam kecemburuan.  Hasil pemeriksaan, Abdul mengaku telah memendam perasaan cemburunya selama lima tahun lamanya. Korban dan pelaku tinggal bersama dengan beberapa anak dan menantu di rumah tempat kejadian perkara. (cr3/jpnn)

 Sumber: https://www.jpnn.com







×
Berita Terbaru Update