-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Datok Rio Batu Kerbau Diduga Lakukan Pembiaran Perusakan Lingkungan

Rabu, 07 Juli 2021 | Juli 07, 2021 WIB Last Updated 2021-07-07T07:56:09Z

Bungo (kabar-nusantara.com) - Datok Rio Batu Kerbau diduga melakukan pembiaran terhadap pengrusakan lingkungan akibat penambangan emas tanpa izin (PETI) di Batu Kerbau Kec. Pelepat Kab. Bungo. Walaupun kegiatan PETI sempat berhenti beberapa hari, karena ada info razia besar-besaran. Akhirnya  operasi dari pihak tim gabungan tidak berjalan dengan baik dan sia-sia saja. Kini aktivitas PETI dikawasan itu sudah berjalan kembali bahkan semakin bertambah banyak.

Menurut penyelidikan tim bersama Forum Peduli Pelepat (FPP) dan LSM LIPPAN ke lapangan, bocornya info 'penertiban' itu membuat semua alat berat yang ada dilokasi PETI, disimpan ke dalam hutan, mereka tiarapa mengamankan alat-alat itu.

"Namun sekarang lokasi PETI di Batu Kerbau terlihat sudah beroperasi kembali, bahkan sudah lebih berani karena sudah dekat dengan permukiman warga," kata Ketua FPP.

Saat dimintai keterangan, Asril seorang warga Dusun Baru Pelepat, menjelaskan kepada Ketua FPP bahwa, "masalah keamanan disini tetap aman dan tidak ada masalah karna kami sudah setor ke Desa, Karang Taruna  dan Aparat keamanan," kata Asril yang merupakan  adik Datok Rio Batu Kerbau itu.


Selanjutnya Ketua FPP menyatakan bahwa, kejadian seperti ini merupakan kelalaian bahkan pembiaran dari seorang Datok Rio yang seharusnya memiliki otoritas melarang kegiatan PETI di Desa tersebut. 

"Karena kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas PETI ini sangat membahayakan, kami meminta kepada jajaran Kepolisian agar serius menangani kasus PETI di wilayah Pelepat, kami sangat berharap Polisi bisa menangkap para pemodal yang ada dibelakang para pelaku PETI serta para pemilik alat berat itu," katanya.

"Kalau hal seperti ini pihak kepolisian tidak bisa menyikat secara tuntas, mau dibawa kemana lagi kepercayaan warga ini terhadap Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH). Apakah setelah ada bencana atau wabah penyakit di lingkungan warga sekitar lokasi PETI, Aparat dan Pemerintah baru akan peduli?," tanya  aktivis peduli lingkungan itu, mengakhiri perbincangan. (Abunyani)


×
Berita Terbaru Update