-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sri Puji Hasibuan: Nikah Dibawah Umur Langgar UU Perlindungan Anak, dan UU Perkawinan

Jumat, 11 Juni 2021 | Juni 11, 2021 WIB Last Updated 2021-06-11T00:39:31Z

Mesuji (Kabar-Nusantara.com) - Kepala Dinas PPPA Mesuji, Sri Puji Hasibuan mengatakan, Nikah dibawah umur itu melanggar UU Perlindungan Anak, dan UU Perkawinan. Kecuali kalau yang perempuan sudah hamil duluan "accident" maka Kemenag cq KUA bisa menerbitkan surat dispensasi nikah. Namun bila dalam keadaan normal (tidak terpaksa) pernikahannya bisa dibatalkan, dan penghulunya  bisa dituntut.

"Standarnya adalah usia minim 19 tahun, jika pernikahan di bawah 19 tahun bisa asal ada rekomendasi dari Pengadilan Agama. Batas usia perkawinan yaitu usia 19 tahun. UU no 16 tahun 2019 yaitu perubahan dari UU no 1 th.1974," ulasnya.

Namun, tidak sedikit orang tua yang menjodohkan anaknya agar dapat menikah secepat mungkin walaupun belum mencapai usia 19 tahun. 

Baru-baru ini terjadi di Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, oknum Kepala Desa Indraloka bersama para Perangkat Desa hadir menyaksikan berlangsungnya pernikahan anak dibawah umur tersebut.

Nama kedua pasangan, laki-laki bernama Herisusanto alias Dalih (26) status duda, warga Gedung Boga, sedangkan yang wanita bernama Saskia Alifia Mecca (14) warga Register 45 Mesuji dan seorang Penghulu yang nekad menikahkan pasangan dibawaah umur itu bernama Solikin.

Dari pengamatan wartawan, perubahan undang-undang (UU) Perkawinan yang menyaratkan usia perkawinan laki dan perempuan dari minimal 17 menjadi 19 tahun berdampak pada meningkatnya jumlah pernikahan dibawah umur tersebut.

Pernikahan merupakan sesuatu hal yang sakral di dalam kehidupan manusia karena harus dipersiapkan secara matang-matang agar prosesnya berjalan lancar. Sebelum memutuskan untuk menikah, ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan oleh para pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan, salah satunya menikah dibawah umur.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) pada Pasal 1 mengatur bahwa “Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang wanita dengan seorang pria sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Namun di zaman sekarang ini, tidak sedikit yang memutuskan untuk kawin di usia muda, dibawah usia 20 tahun, yang mana usia tersebut masih belum cakap menurut hukum. Kawin di usia muda seringkali dianggap belum matang baik secara mental maupun psikologis karena dikhawatirkan tidak mencapai tujuan perkawinan seperti yang diamanatkan pada UU Perkawinan.

Menanggapi hal itu, Sri Puji Hasibuan mengatakan, mereka yang menikah dibawah umur kena pasal 18. UU no 35 tahun 2014. Pasal 18, Pasal 72 (peran masyarakat) dan pasal 77 (pidana 5 tahun, atau denda 100 juta) UU No 23 Thn 2002 tentang Perlindungan Anak. Persetubuhan anak dibawah umur.

"Yang jelas nikah dibawah umur itu kalo ada yang melaporkan, iso-iso di kerangkeng sing mempelai laki hehe... Bisa diproses ke jalur hukum ini adinda. Dimuat saja beritanya, biar pada tahu dan seterusnya gak terulang kembali di masyarakat wilayah Kabupaten Mesuji," pungkas Sri Puji Hasibuan. 

Sementara itu beberapa wanita ketika ditanya wartawan menyatakan, "maklum Mas kami orang awam yang tidak tahu hal peraturan tersebut, mereka menikah dini itu karena calon menantu selalu mendesak dan bila tidak dinikahkan akan kabur dari rumah atau mau bunuh diri," ujar ibu dari sang pria yang menikah di usia dini. (Novil)

×
Berita Terbaru Update