-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Penegak Hukum Diminta Tegas, Gabungan Organisasi Pers di Bungo Gelar Aksi

Rabu, 02 Juni 2021 | Juni 02, 2021 WIB Last Updated 2021-06-02T01:00:19Z

Muarabungo (kabar-nusantara.com) - Seluruh  organisasi pers di Kabupaten Bungo kompak mendatangi Mapolres Bungo, terkait insiden pengeroyokan terhadap dua wartawa, Taufik Iskandar (Stranger TV One) dan Fitriyadi (Jambi One). Para insan pers se propisi  Jambi itu sepakat menggelar aksi damai, meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku pengeroyokan terhadap dua wartawan tersebut, Rabu (02-06-2021).

Menurut Azroni selaku kodinator, ada tujuh organisasi yang sepakat menggelar aksi di Mapolres Bungo. Terdiri dari Persatuan Wartawan Bungo (PWB), Jurnalis Online Indonesia (JOIN), Ikatan Jurnalis Televisi Bungo (IJTB), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Ikatan Wartawan Bungo (IWB), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI)  dan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Bungo.

"Para Ketua atau mewakili Ketua organisasi insan pers itu sudah menandatangani surat bersama untuk menggelar aksi, meminta aparat hukum bertindak tegas, dan surat tersebut sudah diterima pihak Polres Bungo," kata koordinator aksi.  

Sementara itu Ilham selaku sekretaris aksi menyatakan bahwa aksi damai ini sebagai bentuk kepedulian  dan solidaritas yang mereka nilai insiden pemngeroyokan wartawan tersebut sudah melampaui batas.

"Walaupun kami datang ramai-ramai, tapi kami akan mengikut prosedur, dan kami juga mengingatkan kepada kawan-kawan untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya. 

Terkait titik aksi dan jadwal sambung Ilham akan dimulai pukul 09.00 WIB dari Taman Hijau Muarabungo. Lalu aksi difokuskan di Mapolres Bungo.

"Kita murni memperjuangkan penegakan hukum terhadap pelaku tindak kriminal. Tidak ada maksud lain. Kawan-kawan bergerak demi melindungi pers dari pihak-pihak yang mencoba mencederai profesionalis pers yang sudah diatur undang-undang yang kita hormati bersama," ulas Ilham.

Sebelumnya, diketahui dua wartawan di Bungo dikeroyok saat meliput dugaan kegiatan ilegal di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Lingkar arah Bandara Muarabungo. Akibat aksi kriminal tersebut, dua wartawan itu yakni Taufik Iskandar Stranger TV One wilayah Bungo dan Yadi kontributor Jambi One wilayah Bungo babak belur di bagian wajah dan tubuh lainnya. Kedua wartawan ini dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban juga memastikan kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolres Bungo. "Kawan-kawan wartawan di daerah lain seperti yang kita lihat dan baca di media juga sangat mengutuk keras tindakan yang kita nilai sangat brutal itu. Organisasi pers di Provinsi Jambi dan Bungo sudah menyatakan sikap mengutuk keras tindakan itu. Kawan-kawan di Merangin satu hari lalu bahkan sudah turun menggelar aksi," pungkas Ilham. (ist)

×
Berita Terbaru Update