-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pekerja Seni Gelar Aksi Tuntut Kelonggaran Izin Pertunjukan

Jumat, 25 Juni 2021 | Juni 25, 2021 WIB Last Updated 2021-06-25T08:28:41Z

Jombang (Kabar-nusantara.com) - Para pekerja dibidang seni yang terdiri dari gabungan sepuluh paguyupan kesenian di Kabupaten Jombang berunjuk rasa, menuntut kelonggaran izin pertunjukkan, Kamis (24/06/2021)

Mereka berencana melakukan aksi longmars dari kantor Dewan Kesenian Jombang (DKJ) menuju pendopo Kabupaten Jombang, untuk  meminta berdialog dengan Bupati.  Namun keinginan mereka kandas karena tidak mendapatkan restu pihak yang berwenang, akhirnya tetap bertahan di DKJ sambil melakukan atraksi secara bergantian.

Peserta aksi tiba di kantor DKJ sejak pukul 08.00 WIB. Mereka membawa bermacam atribut kesenian seperti Jaranan, bantengan serta perlengakan sound system.

Koordinator aksi Zainal menuturkan bahwa aksi tersebut dilakukan guna menuntut agar dilakukan revisi atas intruksi Bupati No.11 Tahun 2021 tentang perpanjangan kesembilan PPKM karena merugikan pekerja seni dalam implementasinya.

Mereka menuntut agar dilakukan evaluasi tentang PPKM tersebut terutama  yang melarang pertunjukkan seni di Kabupaten Jombang.

“peraturan itu jangan tebang pilih, kalau di sana boleh ada pertunjukkan seni tapi dilain tempat tidak boleh, akibatnya timbul kecemburuan. Titik (zona) juga harus jelas, kalau merah ya sudah kita terima dan taati, tapi kalau hijau ya biarkan kami menggelar pertunjukkan,” ujar Zaenal.

Mereka akan berdialog dengan Bupati untuk membahas tuntutan itu, dari 10 paguyuban yang ada di Kabupaten Jombang. Tuntutan puluhan pekerja seni yang menggelar aksi akhirnya mendapat restu dari Pemkab  Jombang. Limabelas perwakilan pekerja seni dipersilakan mewakili melakukan dialog bersama dengan pihak Pemkab Jombang, dan lainnya tetap menggelar pertunjukkan seni di kantor Dewan Kesenian Jombang.

Setelah menunggu hampir dua jam, Lutfi Mulyono negosiator dalam aksi tersebut menyampaikan hasil dialog dengan pihak Pemkab Jombang dan Polres. Bahwa mulai kamis (24/6/2021) hari ini pekerja seni di Jombang bisa menggelar pertunjukkan dengan syarat memenuhi protokol kesehatan ketat dan berkoordinasi dengan pihak terkait mulai dari tingkat RT/RW hingga kepolisian.

“Memang ada larangan dari pusat, namun dalam segi keadilan merata maka disepakati untuk zona hijau boleh pertunjukan dengan syarat prokes ketat. Untuk zona orange dan sebagainya nanti kita koordinasikan lebih lanjut," tuturnya.

Lutfi menekankan , bahwa untuk zona hijau, prinsipnya pertunjukkan bisa dilakukan tapi harus dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, tentunya juga saling koordinasi antar berbagai pihak terkait, sedangkan soal izin tetap tidak dikeluarkan karena Undang-Undang.

Lebih lanjut Lutfi menyatakan, jika keluhan para pekerja seni adalah persoalan ekonomi, mereka nganggur selama 2 tahun ditambah dengan aksi pembubaran pertunjukkan seni oleh oknum dibeberapa tempat, hal ini menyisakan keprihatinan bagi pekerja seni.

“Intinya harus saling sinergi dan koordinasi. Jika ada pembubaran oleh oknum aparat, maka untuk menghindari terjadinya insiden itu, pemerintah harus berani membuat kebijakan untuk mengatur keamanan bagi penonton. Dan Pemkab harus bekerja keras untuk menanggulangi covid-19 agar cepat berlalu,” pungkasnya. 

Sementara itu perwakilan dari Dewan Kesenian Jombang, Suwasis yang juga ikut  melakukan audiensi ke Pemkab melalui Whastapp menyampaikan terkait anggaran seniman yang ikut dibicarakan belum mendapat keputusan bahkan cenderung tidak ditanggapi karena perwakilan Pemkab merasa itu bukan tupoksinya.

“yang hadir dalam forum audiensi itu Sekda, Kapolres, serta dari pihak SatPol PP. memang benar menyetujui soal pertunjukkan asal dilakukan di zona hijau dan dengan protokol kesehatan tapi soal izin tetap tidak dikeluarkan karena Undang-undang," katanya.

Suwasis selaku ketua paguyupan sanggar rebung Mojokrapak, mengaku bisa mengerti keprihatinan para pekerja seni khususnya, karena akibat pandemi Covid-19 benar-benar memukul telak sektor seni, disamping tentunya sektor yang lain. “Kebutuhan ekonomi meningkat sementara penghasilan tidak ada sehingga hidup jadi susah,” keluhnya.  (UDN)

×
Berita Terbaru Update