-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Miliki 100 Butir Ekstasi dan Senpi Rakitan, Dua Oknum Polisi Terancam Diberhentikan

Jumat, 11 Juni 2021 | Juni 11, 2021 WIB Last Updated 2021-06-11T08:53:58Z
 

Lampung (Kabar Nusantara) - Dua oknum Polisi berpangkat Briptu yang tertangkap bersama barang bukti 100 butir pil ekstasi dan senjata api rakitan, lengkap dengan 4 butir amunisi peluru, serta tiga ponsel genggam dan satu unit mobil atas kepemilikan bersama seorang warga sipil.

Setidaknya dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, dan para pelaku kini masih dalam pemeriksaan di Mapolresta Bandar Lampung. Dalam keteranganya, Kapolres kota Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya menyerahkan kasus ini ke bidang profesi dan pengamanan (BidProdam) Lampung.

"Kapolda Lampung, Irjen. Pol. Drs. Hendro Sugiatno, M.M, menegaskan pihaknya menjamin akan memberikan tindakan tegas terhadap dua anggotanya yang terlibat kejahatan narkoba. Kedua anggota Polri itu adalah, Briptu ZO, Bintara Humas Polda Lampung yang mutasi ke Bidang TIK, dan Briptu IEA, anggota Satreskrim Polres Metro.

Bigadir ZO bertugas di Polda dan IEA bertugas di Satreskrim Polres Metro. Keduanya ditangkap dengan kepemilikan 100 butir ekstasi dan senjata api rakitan jenis revolver. "Polisi yang melakukan tindak pidana narkoba pasti di proses, pidananya lebih berat dari warga biasa. Proses kode etiknya juga tetap berjalan gak ada toleransi, harga mati itu,” kata Hendro, usai pelaksanaan sertijab di Mapolda, Kamis, 10 Juni 2021. Dilansir dari Sinarlampung.co.

Kedua Bintara itu kini di tangani Subdit II Direktorat Narkoba Polda Lampung. Selain pasal pengedar narkoba mereka juga akan di bidik pasal UU Darurat terkait senjata api ilegal. Hasil lebih lanjut akan disampaikan ke publik. “Masih kami dalami dan kembangkan, yang jelas pelaku tindak pidana narkoba pasti hukumannya lebih berat dari masyarakat biasa," tambahnya.

Melalui WhatsApp KBP. Pandra Kasubbid Penmas - Bidhumas Polda Lampung menyatakan, untuk pelanggaran kode etik polri, kedua tersangka dijerat dengan pasal 12 ayat 1 huruf a PP nomor satu tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (PP 1/2003) anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Apabila dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan menurut pertimbangan pejabat yang berwenang tidak dapat dipertahankan untuk tetap berada dalam dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setelah adanya kekuatan hukum tetap dapat diberhentikan. (sinarlampung.co/Eko)

×
Berita Terbaru Update