-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Usai Pesta Miras Dua Pemuda Dianiaya Temannya Pakai Clurit

Kamis, 20 Mei 2021 | Mei 20, 2021 WIB Last Updated 2021-05-20T02:02:56Z

Jombang (Kabar-Nusantara.com) - kasus penganiayaan terjadi di kota santri pasca lebaran, sekelompok pemuda melakukan penganiayaan terhadap temannya sendiri saat habis pesta miras. Fanny Indarti (24) warga Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang mengalami luka robek dibagian kepala dan tangan sebelah kiri, setelah dianiaya Muhammad Martomi (23) dan kawannya menggunakan senjata tajam, Sabtu (15/5/21)

Muhammad Martomi alias sihong harus berurusan dengan aparat berwajib Polsek Peterongan, sementara pelaku lain masih dalam pengejaran polisi. 

Penganiayaan itu bermula saat Fanny bersama para pelaku Andik, Boneng, Sihong, Jhon  dan Lento menggelar pesta miras usai silaturrahmi lebaran. Bertempat dirumah kosong Perum Binamarga Keplaksari, Kabupaten Jombang. Selanjutnya Andik dan Boneng pergi memanggil Jhon yang saat itu sedang tidur di masjid Keplaksari, karena merasa terganggu tidurnya Jhon kemudian menendang perut Boneng.

Jhon kemudian ikut Boneng, mereka bertiga datang ke lokasi tempat pesta miras. Andik mengadukan perbuatan Jhon yang telah menendang Boneng saat dibangunkan kepada Fanny, mendengar pengaduan tersebut Fanny langsung membalas dengan menendang Jhon hingga jatuh.

Muhammad Martomi alias Sihong yang menyaksikan peristiwa tersebut tidak terima jika temannya ditendang, ia lantas ikut terlibat perkelahian dengan Fanny Indarti.

Setelah usai perkelahian Sihong  dan Lento pergi meninggalkan pesta miras sedangkan Fanny bersama temannya termsuk Jhon melanjutkan pesta miras. Tidak lama berselang Sihong bersama Lento kembali datang namun kali ini dengan membawa pentungan kayu dan langsung memukul korban mengenai punggung dan kepala.

Lento ikut mengeluarkan senjata tajam berupa celurit dari balik bajunya. Sajam tersebut diayunkan ke tubuh korban berulang kali dan sempat mengenai tangan kiri korban hingga mengalami luka sabetan. Kedua pelaku langsung pergi usai melakukan penganiayaan. Korban diantara temannya kemudian melaporkan kejadian ke polsek Peterongan.

Tim polsek segera turun dan memburu para pelaku. “Satu pelaku yang bernama Muhammad Martomi alias Sihong berhasil kami amankan, sementara Lento masih dalam pengejaran,” ungkap Kapolsek Peterongan AKP Sugianto, Selasa (18/5/2021)

Dari penangkapan tersebut polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu buah celurit dan pentungan kayu. “Atas perbuatan ini, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman dua tahun penjara,” tandas Kapolsek. 

Terhadap satu pelaku lain, polisi sedang melakukan pengejaran serta berharap segera bisa menangkapnya. (UDN)

×
Berita Terbaru Update