-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Satpam Suzuya Mal Lhokseumawe Dilaporkan oleh Wartawan ke Polisi

Sabtu, 22 Mei 2021 | Mei 22, 2021 WIB Last Updated 2021-05-22T00:58:54Z

Lhokseumawe (kabar-Nusantara.com) - Diduga menghalangi tugas jurnalistik, oknum Satpam Suzuya Mal Lhokseumawe berinisial MYY dipolisikan. Ia dilaporkan ke Polisi atas tindakan represifnya yang menghalangi hingga menyeret seorang jurnalis yang sedang meliput kerumunan di pusat perbelanjaan tersebut pada masa pandemi Covid 19, Sabtu malam (15/5) 

Raja Kalkausar, wartawan media online radaraceh.com bersama kuasa hukum dari kantor advokat Rizals and Partner melapor ke Polres Lhokseumawe, Jumat siang (21/5/21). Laporan teregister dengan nomor bukti lapor : STTLP/179/V/2021/Aceh/Res Lsm. Tanggal 21 Mei 2021.

Seusai membuat laporan polisi,  kepada awak media, Raja menyebut dirinya melaporkan kasus ini karena sensitif bagi kemerdekaan pers di Kota Lhokseumawe. Upaya penghalangan tugas jurnalistik ini dia sebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. 

"Saya tidak takut terancam jiwa. Tapi jika terjadi pembiaran terhadap tindakan menghalangi tugas jurnalistik, ujungnya fungsi wartawan menjadi lemah," kata Raja. 

Raja mengingatkan dia melakukan tugas jurnalistik dalam kondisi darurat penularan Covid-19. Saat  itu Raja dan rekan meliput dugaan pelanggaran prokes akibat membludaknya pengunjung di Suzuya Mal Lhokseumawe, tepatnya pada malam ketiga lebaran idul fitri. Raja menyebut sebelum terjadi insiden pengusiran, dia sudah berupaya meminta izin untuk mengklarifikasi informasi yang dia dapat kepada manajemen Suzuya Mal Lhokseumawe.

"Bukan memberi akses, MYY malah dengan arogan bersama rekannya menarik saya keluar. Ini bertentangan dengan UU pers," kata dia.

Raja mengaku saat itu dia dan tim sedang melakukan liputan investigasi untuk laporan khusus terkait pelanggaran peraturan dan edaran pemerintah yang melarang kerumunan. Dalam laporan khususnya, Raja  berencana mengangkat isu anomali membludaknya pengunjung di Suzuya Mal Lhokseumawe dengan beberapa tempat usaha dan hiburan rakyat yang harus tutup demi mematuhi peraturan dan edaran pemerintah.  

"Kami berharap pihak Polres Lhokseumawe agar menyelidiki dua laporan kami yakni tentang menghalangi tugas jurnalistik dan kerumunan di masa pandemi. Apalagi kami tahu pihak kepolisian sangat gencar melakukan penertiban. Jangan gara-gara satu pihak, upaya satgas Covid malah jadi tak bernilai," demikian Raja Kalkausar. 

Sementara itu kuasa hukumnya, Rizal Saputra, SH mengatakan kliennya melaporkan dua kasus sekaligus. "Ada dua yang kita laporkan yaitu menghalangi tugas jurnalistik sebagaimana diatur UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers dan dugaan pelanggaran UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan menyangkut kerumunan yang berujung pelanggaran prokes," kata Rizal Saputra.

Rizal mengingatkan tugas-tugas jurnalistik dilindungi undang undang. UU pers mengatur bahwa pers nasional berhak mencari, memperoleh, mengolah, dan menyebarluaskan informasi. Sesuai UU nomor 40 pasal 18 berbunyi "Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah

Terkait kerumunan, pihak Suzuya Mall dilapaorkan menggunakan UU kekarantinaan kesehatan pasal 9 Jo pasal 93. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 9 ayat (1) berbunyi “Setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan,” Pasal 9 ayat (2) “Setiap orang berkewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

Rizal melanjutkan, ancaman hukuman termaktub pada Pasal 93 yang berbunyi “Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)

"Kita apresiasi kinerja kepolisian dan satgas Covid yang tidak henti-hentinya menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyatakat (PPKM). Namun disisi lain pihak tertentu malah abai terhadap hal ini. Kami berharap proses hukum terkait dua laporan ini dapat ditindak secepatnya," harap Rizal Saputra. (M.Zubir)

×
Berita Terbaru Update