-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pencurian Listrik di Register 45 Kab. Mesuji, PLN dan Polisi Tak Ada Yang Peduli

Jumat, 07 Mei 2021 | Mei 07, 2021 WIB Last Updated 2021-05-07T12:41:34Z

Mesuji, Lampung (Kabar- Nusantara.com) - Warga Desa Simpang Mesuji yang bertempat tinggal di wilayah register 45 Kecamatan Mesuji timur Kabupaten Mesuji, Lampung. Masih meratapi nasibnya yang ditipu oleh oknum diduga pegawai PLN, upaya meminta keadilan dari oknum PLN wilayah Kabupaten Mesuji tak membuahkan hasil, bahkan akibat dari kecerobohan oknum itu ia hampir meninggal karena kesetrum listrik yang dipasang tanpa meteran, dan langsung tersambung ke listrik tegangan tinggi, (7/5/21) 

"Tolonglah kami ini orang miskin cari makan saja susah dan kami kumpulkan uang buat bayar meteran PLN, tapi sampai sekarang tidak dipasang, tega bener oknum itu pada kami," tutur Muji. 

Dia berharap kepada penegak hukum dari internal kantor PLN ataupun kepolisian, ia tidak mau dikatakan pencuri arus listrik karena ia tiap bulan bayar, dan kemarin hampir saja meninggal dunia karena tersengat listrik tanpa meteran dirumah mamaknya. 

Menurut pengakuan Muji dan dibenarkan oleh sejumlah warga yang ditemui diregister 45, "aliran listrik yang tidak menggunakan meteran KWH resmi dari PLN itu diduga dipasang oleh petugas PLN sendiri dan kami ini membayar langsung Rp .3 jt,"  tutur Muji. 

Termasuk yang mengambil langsung dari kabel induk. Ada beberapa rumah yang sengaja dipasang meteran KWH atas nama orang lain, dengan tujuan pihak pemasang yang baru tidak perlu membayar ke pihak PLN tetapi membayar pada pengurus oknum tersebut (bernama Gento, asal Desa Margo jadi)

Sementara itu, Saipul Anwar, SH advokad hukum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menyatakan, hukuman bagi pencuri listrik yang tidak berlangganan PLN adalah hukuman pidana penjara dalam waktu 7 tahun dan denda Rp 2,5 miliar.

"Pencuri listrik sering melakukan aksinya dengan cara menyambungkan arus listrik melalui tiang. Sambungan seperti ini biasanya tidak melewati meteran PLN, tujuanya agar mempengaruhi dan memperlambat meteran dalam mencatat seberapa besar konsumsi listrik," kata Saipul. 

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Pembela tanah air Indonesia bersatu (PEKAT IB) Indra Prastiansyah berharap kepada pihak penegak hukum, untuk segera mengusut tuntas oknum PLN yang membuat banyak kerugian di Bumi Ragam Begawe Caram, karena ini termasuk bagian dari korupsi uang milik Negara," kata Indra. 

Menurut pantauan awak media kabar-nusantara.com ada berapa Kepala Keluarga (KK) di wilayah register 45 Kabupaten Mesuji nekat mencuri listrik langsung dari kabel induknya, tanpa KWH Meteran. Pencurian itu diduga melibatkan oknum pegawai PLN setempat, dengan bayaran Rp 3 juta hingga Rp 3.5 juta dan tidak perlu membayar tagihan bulanan.

Beragam modus yang dilakukan warga. Ada rumah yang menikmati listrik tanpa menggunakan meteran KWH dari pihak PLN. 

Ada juga yang menggunakan meteran KWH, namun tidak terdaftar sebagai pelanggan PLN. Mereka memanfaatkan meteran KWH bekas yang sudah tidak dipakai lagi oleh pihak PLN atau tidak terdaftar sebagai pelanggan.

Maka, kembali Indra menyatakan, seharusnya demi keselamatan pemasangan listrik menggunakan Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai alat penyambung listrik dari tiang induk ke rumah warga. MCB tersebut dipasang agar daya yang masuk ke rumah tidak terlalu besar.

Indra Berharap, jadilah pelanggan listri PLN yang baik, tertib membayar tagihan dan menggunakan listrik dengan hemat. Jangan sampai anda menjadi pencuri listrik karena denda mencuri listrik cukup berat.  (Eko)

×
Berita Terbaru Update