-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pekerja Migran Terancam Hukuman Mati, Pihak Keluarga Minta Tolong ke Jokowi

Selasa, 25 Mei 2021 | Mei 25, 2021 WIB Last Updated 2021-05-28T03:56:39Z

Majalengka (kabar-nusantara.com) - Sungguh miris, kasus pekerja migran terancam hukuman mati lagi-lagi terjadi. Kasus tersebut kali ini menimpa Nenah Arsinah, yang berusia 38 tahun, seorang buruh migran dari Kabupaten Majalengka. Nena mendapat sanksi hukuman mati sebab dituduh membunuh di negara Dubai, UEA. Dalam hal ini, pihak keluarga pun akhirnya meminta Presiden Jokowi untuk dapat membebaskan Nenah. Senin (24/5/21)

Saat ditemui wartawan pada Senin 24 Mei 2021, salah satu keluarga Nenah, Nung Arminah (41) berucap, "Kami mohon kepada semua, sama bapak Presiden Jokowi, kami mohon pertolongan".

Arminah merupakan kakak kandung dari Nenah Arsinah, mengaku sudah merasa kebingungan untuk meminta pertolongan supaya adiknya dapat dibebaskan dari tuduhan pembunuhan. Bahkan menurut Arminah, pihak keluarga telah banyak mengeluarkan uang, serta ditipu oleh oknum yang mengaku dapat menolong Nenah.

"Siapa yang mau menolong adik saya, saya telah tertipu berkali-kali, sama orang yang telah mengaku mau menolong tetapi tidak ada satupun yang menolong," ucap wanita yang berasal dari Kecamatan Kasokandel tersebut sambil berurai air mata.

Bahkan, Arminah mengaku telah meminjam uang kesana kemari untuk dapat memulangkan sang adik, namun hingga kini belum ada hasilnya.

Upaya Penanganan Kasus Nenah

Hingga saat ini, upaya pemulangan Nenah dari UEA telah dilakukan oleh sejumlah pihak. Salah satunya adalah Forum Perlindungan Migran Indonesia atau FPMI. Dalam hal ini, Ketua FPMI Kabupaten Majalengka, Muhammad Fauzi menjelasan, jika pihaknya telah mengirim surat ke pemerintah pusat. Ha ini bertujuan agar dapat segera membebaskan Nenah dari jeratan hukum di Dubai.

Pihak FPMI Majalengka berupaya untuk mengajukan pembelaan hukum terhadap kasus Nenah. Diantaranya dengan mengirim surat ke BP2MI, DPR RI, KBRI Dubai, serta Kemenlu untuk melakukan pembelaan. Pihak FPMI Majalengka juga yakin jika Nena tidak membunuh, dan berharap agar kasus ini menjadi perhatian dari pemerintah untuk dapat membebaskan Nenah.

Dari segala upaya penanganan kasus pekerja migran terancam hukuman mati kali ini, telah memperoleh kabar apabila akan dilakukan upaya negosiasi. Hal ini bertujuan untuk menukar jeratan hukum yang telah menjerat Nenah dengan diyat atau uang tebusan. (As)

 

Keyword : kasus pekerja migran terancam hukuman mati

Sumber link: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5581144/pekerja-migran-terancam-hukuman-mati-keluarga-minta-tolong-jokowi

 

×
Berita Terbaru Update