-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Star Energy & PT. DATI Hendak Berbagi Rezeki di Lingkar Project Vital Panas Bumi Gunung Salak.

Selasa, 25 Mei 2021 | Mei 25, 2021 WIB Last Updated 2021-05-25T12:05:19Z
 

Sukabumi (kabar-nusantara.com) - Selain dihadiri kontraktor PT. DATI dan sub kontraktor, agenda sosialisasi ini dihadiri unsur Muspika dari Kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan beserta para ormas dari tiga wilayah, bertempat di gedung Star Energy Centre Post 1. GEO SCIENCE CENTER (GSC) pada Selasa (25/5/21) 

Asrul, dari pihak Star Energy Gunung Salak mengatakan, "kita kembali menggelar acara sosialisasi untuk kali yang kedua dalam kegiatan drilling service sumur yang 1 tahun sempat  tertunda karena pandemi covid-19," terang Asrul. 

Lebih lanjut Asrul menyatakan, agenda kegiatan mobilisi drilling ini akan di mulai sekitar bulan juli mendatang dan untuk perekrutan tenaga kerja,  baik skil maupun non skil  mungkin akan dilakukan dari sekarang. Sudah tentu dari ketiga wilayah dalam lingkar proyek diantaranya, Pamijahan, Kabandungan dan Kalapanunggal. 

Sementara itu AKP. Djubaedi Kapolsek Kalapanunggal dalam sambutannya mengatakan, "tolong dengarkan baik-baik dalam kesempatan ini agar ormas dari tiga wilayah dapat mencerna informasi dengan baik, senantiasa informasinya yang akan sampai di tiga wilayah tidak berkembang dan menjadi isu sosial dan saling berebut," tegas Kapolsek.

"Intinya kegiatan ini, mari kita  dukung dengan segala bentuk kegiatan pemerintah terkait dengan objek vital di gunung salak yang kondusif dan bisa memberikan dampak positif yang menguntungkan bagi semua pihak," pungkas Kapolsek Kalapanunggal.

Selanjutnya, Roby dalam presentasi kegiatan PT. DATI selaku maincontractor pengeboran  menyampaikan, "ini bukan  pengeboran sumur baru akan tetapi pengeboran kali ini hanya servis 5 sumur saja  guna mempertahankan kapasitas produksi yang ada selama ini di Star Energy Gn. Salak," paparnya.

Dalam sesi diskusi sempat terjadi perdebatan yang sengit terkait kuantity pembagian dalam perekrutan tenaga kerja lokal yang berasaskan adil dan merata untuk tiga wilayah. Hal sama  disampaikan oleh ketiga perwakilan ormas dari tiga wilayah selain menjadi penyalur tenaga kerja secara sukarela, akan tetapi kami pun berharap ada kompensasi  timbal balik yang bersipat saling menguntungkan agar kami para ormas dapat income tidak hanya jadi penyalur.

"Kami ingin sesuatu yang real dan wajar agar kami tidak terjurumus praktek kegiatan yang bersifat merugikan orang banyak, misalnya pungli terhadap calon tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan, hal itu sangat tidak kami harapkan bersama," kata Mee. 

Dalam kesempatan berikutnya, Asep selaku Sekcam Kecamatan Kabandungan mengingatkan, dalam perekrutan dan mobilisasi di lapangan agar informasinya dapat di dengar oleh masyarakat langsung guna menghindari rasa kekecewaan dari warga yang tidak terakomodir sebagai calon pekerja," tuturnya. 

Menanggapi semua masukan itu, Roby dari Star Energy menyatakan, "ya semoga dapat kami kabulkan apa yang menjadi keinginan semua pihak, beri kami waktu untuk menjawab berbagai tuntutan teman-teman dari ormas yang telah disampaikan tadi, nanti kami juga akan berkoordinasi dengan para subkontraktor, termasuk dengan Ppk Asrul dari pihak Star Energy sendiri sebagai owner," pungkas Roby.  (Dedi Cobra)

×
Berita Terbaru Update