-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Amerika Krisis Boba, Kini Bisnis Bubble Tea Terancam

Rabu, 26 Mei 2021 | Mei 26, 2021 WIB Last Updated 2021-05-28T03:51:18Z

Jakarta (kabar-nusantara.com) - Amerika Serikat kini mengalami krisis boba, maka usaha bubble tea pun ikut terancam dan operasionalnya terganggu. Boba topping yang warnanya gelap serta kenyal tersebut terbuat dari tapioka, kini menjadi langka di negeri Paman Sam. Hal ini terjadi akibat kurangnya bahan baku.

Krisis ini juga menjadi efek dari pandemi Covid-19 di AS. Setelah adanya krisis-krisis lain seperti krisis tisu toilet, ragi roti, hingga saus tomat.

Krisis Boba di Amerika Serikat

Oliver Yoon Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Global, mengatakan kelangkaan ini terjadi selama beberapa bulan karena masalah logistik di banyak industri. Ia menerangkan bahwa memang terlalu banyak kiriman dari Asia, tetapi tak ada cukup kapasitas dalam membawanya ke Amerika.

Terdapat banyak peti kemas dalam jumlah besar dari luar negeri karena e-commerce, karena banyaknya konsumen yang belanja dan sayangnya, tidak cukup orang untuk mengeluarkan peti kemasan tersebut dari kapal,” kata Yoon dikutip dari NPR.

Karena banyaknya pekerja yang tidak bisa bekerja diakibatkan pandemi di pelabuhan, menimbulkan banyaknya timbunan stok di sepanjang east coast dan west coast. Hal inilah yang membuat pengiriman tertunda dan akhirnya produk tidak bisa sampai ke pengecer.

“Saya mendengar dari perusahaan ekspedisi serta bidang angkutan truk yang mengatakan ‘kami semua perlu bantuan, karena membutuhkan pekerja tambahan,” lanjutnya.

Dampak dari Krisis Boba

Akibat adanya krisis boba ini di Amerika, bisnis bubble tea pun juga ikut terdampak. Contohnya seperti Abdurrahman Sharif yang memiliki bisnis chi tea di pinggiran Chicago.

Selama sebulan belakangan ini, kami kebingungan dan khawatir bagaimana jika kami kehabisan varian ini, tapioka. Kami kehabisan bahan-bahan ini, bahkan hingga sedotannya, ungkap Sharif.

Ia telah membuka bisnis bubble tea sejak 8 bulan terakhir, lalu kini khawatir dengan kelangkaan boba ini akan merugikan bisnisnya.

“Setiap pekannya kami harus mencoret varian rasa karena tidak ada bahannya. Bahkan itu tidak ada hingga 1 sampai 2 minggu ke depan,” katanya.

Oliver Yoon memprediksi krisis boba ini akan terus terjadi sampai pertengahan musim panas. Dia menghimbau orang-orang agar bersabar sebentar. Dia meyakinkan bahwa bahan-bahan tersebut tetap bisa akan sampai di Amerika Serikat.  (As)

 

Sumber :

https://www.kompas.com/global/read/2021/05/23/164212070/amerika-krisis-boba-bisnis-bubble-tea-terancam?page=all

×
Berita Terbaru Update