-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Seorang Oknum Guru Tanam 400 Pohon Ganja Dikebun Cabai

Minggu, 04 April 2021 | April 04, 2021 WIB Last Updated 2021-04-04T14:56:16Z

Rejang Lebong (Kabar-Nusantara.com) - Salah seorang guru berinisial BH (54) yang mengajar disalah satu Sekolah Dasar (SD) di Rejang Lebong, selayaknya menjadi contoh bagi muridnya, bahkan dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa. Namun itu tak berlaku bagi BH karena ditangkap memiliki pohon ganja, dilansir dari laman  www.bensindonesia.id Minggu (04 April 2021).

"Penemuan ladang ganja dari lokasi ini, kita berhasil mengamankan lebih kurang 400 batang ganja, dilahan seluas seperempat hektar," terang Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Puji Prayitno, S.Ik. MH. yang memimpin langsung proses pengungkapan ladang ganja tersebut, Sabtu (03 April 2021).

Ratusan batang ganja yang ditanam BH tersebut, Sambung Kapolres, ditanam oleh pelaku tepat dibelakang rumahnya, disela-sela tanaman cabai. Tanaman ganja tersebut, agar tidak ketahuan oleh orang lain, dibengkokkan dengan diikat tali, sehingga yang terlihat hanya hamparan kebun cabai saja.

"Tanaman ganja ini, diikat ke sela-sela tanaman cabai, dia bengkokkan supaya tidak terlihat, tanaman ganja tersebut," ujar Puji.

Tak hanya berhasil mengamankan 400 batang ganja. Polisi juga berhasil mengamankan ganja kering siap jual seberat 5 kg, serta satu pucuk senapan angin laras panjang, saat dilakukan penggeledahan dirumah pelaku.

Tanaman ganja tersebut, awalnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat yang disampaikan warga ke Polsek Bengko terkait adanya tanaman ganja di kebun milik BH. Selanjutnya, Kapolsek Bengko, Ipda. Hengki Noprianto, SH., dan jajaran langsung melakukan penyelidikan, dan benar ada tanaman ganja di kebun milik BH. Dilakukan pengintaian, berhasil mengamankan pelaku saat sedang tidur dini hari,  Sabtu (03 April 2021) pukul 04:30 wib

Puji mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat, yang telah peduli tentang Kamtibmas di Kabupaten Rejang Lebong, guna menyelematkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkotika.

Berdasarkan pengakuan BH, dirinya telah menanam ganja sejak satu tahun terakhir, dan sudah beberapa kali memanen dan menjualnya kepada para pembeli. "Dikatakan menyesal tidak juga, karena saya tahu menanam ganja ini dilarang, dan konsekuensinya juga saya tahu," tutur BH.

Kepala Desa Lubuk Alai, Nata Kusuma mengatakan, dirinya tidak mengetahui jika ada warganya yang berkebun ganja diwilayahnya. BH ini memang tinggal dan mengajar di Desa Lubuk Alai. namun, secara administrasi kependudukan, ia tercatat sebagai warga Desa Lawang Agung masih Kecamatan SBU ini," jelas Nata. (Sinema Laia)

×
Berita Terbaru Update