-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Pihak Perusahaan Anggap Status Pekerja BHL Dan Tak Miliki Hak

Minggu, 04 April 2021 | April 04, 2021 WIB Last Updated 2021-04-04T14:39:28Z

Pekan Baru (Kabar - Nusantara.com) - Berdasarkan Pasal 1 angka 22 UU Nomor 13 Tahun 2003 dan Pasal 1 angka 1 UU Nomor 2 Tahun 2004, perselisihan hubungan industrial adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh. dikutip dari laman www.zonariau.com Minggu (04 April 2021).

Perkara perselisihan hubungan industrial dengan atas nama Amril Zalukhu dkk selaku penggugat, melawan Yingerh Gunawan selaku tergugat, Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial telah di putuskan  Jumat (26 Maret 2021) Pekanbaru.

Ketua Majelis Basman, Hakim Anggota Rustan Sinaga, dan Imam Pengadilan Hidayah Nasution, dalam putusannya mengabulkan gugatan penggugat sebagian yakni."

Mengabulkan gugatan para penggugat untuk sebagian, mempekerjakan kembali para Penggugat di perkebunan kelapa sawit milik Tergugat sesuai dengan pekerjaannya masing-masing .

Menyatakan Status Para Penggugat yang semula sebagai BHL dan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap. dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu yang disingkat dengan PKWTT dengan masa kerja para penggugat terhitung sejak Para Penggugat masuk bekerja di perkebunan kelapa sawit milik tergugat.

Membebankan biaya perkara kepada Tergugat sebesar Rp.720.000," (tujuh ratus dua puluh ribu rupiah). Putusan ini membuat penggugat lega dan puas karena hak yang selama ini tidak jelas menjadi jelas dan tidak lagi terkantung-kantung.

Kuasa dari para penggugat  Fauza Laia, SH. MH. Basuki Rahmat, SH. MH dan Bowonaso Laia, dari Kantor LBH H.M. Faozanolo Laia, SH. MH (SP2N). Sidang yang pembacaan putusan dihadiri oleh Bowonaso Laia.

Bowonaso Laia, mengatakan bahwa "pertimbangan majelis hakim telah tepat dalam memutus perkara a quo, dan putusannya membuat status pekerja menjadi pasti, tidak terkantung-kantung lagi, putusan sesuai dengan  gugatan kita," ucapnya.

Sebagaimana diketahui sengketa perselisihan ketenagakerjaan ini terjadi sejak awal tahun 2020 dan terus bergulir, karena pihak manajemen perusahaan menganggap status pekerja adalah BHL dan tidak punya hak untuk menjadi pekerja tetap.

Amril Zalukhu dkk telah bekerja sekitar 9 tahun di perusahaan kebun kelapa sawit milik Yingerh Gunawan  dengan status Buruh Harian Lepas. karena perusahaan tidak dan belum memberi mereka SK pengangkatan sebagai Karyawan tetap walau sudah bekerja bertahun-tahun." ujar Amril.

(Sinema Laia)

×
Berita Terbaru Update