-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pelatihan Jurnalistik Santri Milenial, FSI Grobogan Gandeng LPWI

Jumat, 30 April 2021 | April 30, 2021 WIB Last Updated 2021-04-30T15:17:08Z

Gubug (Kabar-nusantara.com) - Pelatihan Jurnalistik yang diikuti  santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Al Maushul Kedungjati, Grobogan, Jawa Tengah bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Wartawan Indonesia (LPWI) Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021)

Acara pelatihan bertempat di RM Kedai Cangkir Noroyono Gubug di hadiri langsung Direktur LPWI H. Akhmad Sulasi dan Ketua Forum Santri Indonesia H. Sahid Danuji, S.Pd, MM berlangsung secara interaktif, karena memang para peserta dituntut aktif dalam memberikan feedback materi yang diberikan para Instruktur.

Dalam sambutanya direktur LPWI, H. Akhmad sulasi menyatakan, pelatihan jurnalistik ini biasanya dilakukan via online lewat WA grup. 

"Namun untuk memberikan pemahaman dan  pengalaman nyata, perlu adanya belajar tatap muka seperti ini," paparnya. 

Lebih jauh H. Sulasi menjelaskan, materi pelatihan yang telah diberikan pelatih lewat grup WA itu adalah plajaran kewartawanan yang sudah lengkap, peserta tinggal membaca dan memahami poin-poinnya, lalu mempraktekan sesuai petunjuknya. 

"Materi plajaran jurnalistik dari LPWI sudah di design sedemikian rupa merujuk pada standart penulisan berita media nasional," kata direktur LPWI. 

Sementara itu dalam sambutannya Ketua Forum Santri Indonesia (FSI) Kab. Grobogan H. Sahid Danuji, S.Pd, MM menyatakan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, meningkatkan kapasitas dan meningkatkan kemampuan teknis jurnalistik para santri. 

"Untuk itu semua peserta harus berani praktek meliput berita, menulis berita, jangan takut salah, jangan loyo wartawan harus berdiri tegap, yang penting berani mencoba sesuai materi plajaran yang telah diajarkan," kata H. Sahid. 

Pada sesi selanjutnya pelatih LPWI, Muhlisin Asti memaparkan, membuat berita harus berdasar fakta tak boleh direkayasa. 

"Untuk itu wartawan harus melakukan wawancara kepada narasumber dan mencatat hasil wawancara itu lalu disusun menjadi sebuah berita," katanya. 

(Atik)

×
Berita Terbaru Update