-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Ekskavasi Situs Kumitir Ditemukan Tiga Kerangka Manusia Usia Sekitar 30 Tahunan

Kamis, 01 April 2021 | April 01, 2021 WIB Last Updated 2021-04-01T03:00:49Z
 

Mojokerto (Kabar-nusantara.com) - Situs Kumitir yang berada di daerah Mojokerto tepatnya di Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojoketo, Jawa Timur yang mulai dikenal masyarakat. Ini adalah salah satu peninggalan sejarah Mojopahit.

Situs kumitir di Ekskavasi mulai tanggal 1 - 30 Maret 2021 bekerjasama dengan Direktur Jenderal Kebudayaan, Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa timur, dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan pantauan tim Kabar Nusantara pada saat dilokasi situs ini masih tahap proses ekskavasi, disitus ini ditemukan dinding berbentuk persegi panjang dengan panjang 316 meter. Diperkirakan luas situs seluas 6 hektar dengan dinding berbentuk persegi. Kemudian ada bangunan utama yang sedikit menjorok kedalam disebelah timur.

Proses ekskavasi situs kumitir ini sudah berlangsung sebanyak tiga tahap dimulai tahun 2019, 2020, dan 2021.

Pada Ekskavasi bulan maret tim BPCB Jawa timur menemukan 3 kerangka manusia disitus kumitir. Ini merupakan temuan dar hasil penggalian tahap ketiga. Lokasi temuan tiga kerangka manusia ini tepatnya ada disebelah barat tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Bendo, Desa Kumitir.

Ketiga kerangka manusia ditemukan pada kedalaman 60 sentimeter di sektor C situs kumitir. Berdasarkan sumber (Kompas.com: Mohsyafii) pada 3 Maret 2021 tim BPCB Jawa Timur menemukan tiga kerangka manusia.

Pakar Antropologi Forensik Universitas Airlangga (Unair) Dr. Phil. Toetik Koesbardiati yang ikut tergabung dalam penelitian mengatakan, satu dari tiga kerangka yang ditemukan relatif utuh secara struktural. Toetik mengatakan bahwa salah satu kerangka memang sudah mulai hancur di beberapa tempat.

Namun, struktur kerangka dari tengkorak hingga kaki masih lengkap. Begitu juga dengan tulang rusuk, tulang punggung, dan lengan. Dosen Antropologi Forensik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair ini menambahkan, berdasarkan pengamatan panggul dan tengkorak, kerangka yang masih utuh tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan.

"Perkiraan usia 20-30 tahun, dan tinggi sekitar 141-153 sentimeter," imbuh dia yang terlibat dalam penggalian sejak 9 Maret 2021. Saat ditemukan, posisi kerangka yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu cukup unik. Posisinya tengkurap. Untuk penanggalan dari periode apa kerangka itu berasal masih dalam proses analisis.

Semoga adanya penemuan situs kumitir terkuak misteri sejarah Peninggalan Majapahit serta adanya perhatian pemerintah yang berani ekskavasi besar-besaran tidak hanya dalam jangka 1 bulan, akan tetapi secara terus menerus sampai ditemukannya Kerajaan Majapahit yang sebenarnya, karena  Majapahit merupakan kerajaan salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Jawa, hampir menguasi Nusantara.  (son)

×
Berita Terbaru Update