-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pansus PAW Cawabup Gagal Dipastikan Bupati Maybrat Tanpa Wakil

Jumat, 16 April 2021 | April 16, 2021 WIB Last Updated 2021-04-16T16:06:00Z

Ayamaru (Kabar-nusantara.com) - Kerja panitia khusus (Pansus) DPRD Pergantian Antar Waktu (PAW) Wakil Bupati Maybrat, sisa jabatan 2017-2022 hingga saat ini belum menemukan hasil. Pasalnya Partai pengusung pasangan Sagrim-Kocu (Sako) pada pilkada 2017 yakni Golkar, PDIP, NasDem dan PKS belum memiliki kesepakatan untuk mengusulkan calon Wakil Bupati Maybrat berdasarkan aturan pemilihan PAW yang berlaku.

Ketua Pansus DPRD PAW Wakil Bupati Maybrat, Thomas Aitrem mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat pleno Pansus disepakati masih memberikan perpanjangan waktu terhitung tanggal 19 April - 6 Mei 2021, sambil pansus melakukan konsultasi kepada Biro Hukum Setda Papua Barat Dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

“Kami sudah bekerja secara maksimal, namun hingga hari ini ke-empat Partai koalisi tidak menanggapi surat yang telah kami keluarkan sejak tanggal 15 Maret 2021 lalu tentang pengajuan dua calon dari ke-empat Parpol tersebut,” tutur Thomas, Jum’at (16/4)

Dia menjelaskan, setelah melakukan konsultasi, maka akan mengajukan laporan tertulis dari hasil kerja pansus pada tahapan pertama hingga tahapan terakhir kepada pimpinan DPRD agar melakukan sidang peripurna pemberhentian pansus.

“Karena tidak ada pengusulan calon, maka dengan dasar inilah kami akan serahkan kepada pimpinan DPRD untuk menetapkan jadwal sidang paripurna pemberhentian pansus, maka dengan sendirinya Bupati akan sendiri bekerja tanpa Wakil Bupati,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solosa menegaskan bahwa, jika waktu yang diberikan pansus tidak diindahkan oleh ke-empat Partai koalisi, maka pansus akan menyerahkan kepada pimpinan DPRD untuk melakukan sidang paripurna. 

“Pansus ini sudah memberikan surat kepada ke-empat Partai koaliasi sebanyak dua kali tapi progresnya tidak ada kemajuan. Masih mempertahankan partai masing-masing. Padahal berdasarkan aturan, dari ke-empat partai tersebut harus mengusulkan dua nama calon. Namun realitanya masih lebih dari dua calon,” terang Nando. 

Hal ini ditanggapi oleh Ketua Partai koalisi dari Partai PDIP, Septinus Naa mengaku akan mengundang ke-empat Partai koalisi tersebut guna menyamakan persepsi untuk pengajuan calon PAW Wakil Bupati Maybrat dengan merekomendasikan dua calon.

“Saya akan mengundang pimpinan dan sekretaris partai masing-masing untuk rapat bersama sehingga mencapai solusi yang terbaik. Namun jika pada kesepakatan kami dari ke-empat Partai koalisi tersebit tidak ada yang mengalah, maka kami serahkan saja kepada pimpinan DPRD untuk menghentikan kerja pansus,” tutur Septinus

Tahapan demi tahapan yang telah dilakukan pansus hingga saat ini belum menemukan solusi untuk calon PAW Wakil Bupati Maybrat karena mereka masih mempertahankan partai masing-masing. (ESE)

×
Berita Terbaru Update