-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kades Maluo, Halawa Diduga Salahgunakan Dana ADD Segera Masuk Proses Hukum

Sabtu, 17 April 2021 | April 17, 2021 WIB Last Updated 2021-04-17T10:19:21Z

Nias Selatan (Kabar-Nusantara.com) - Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Maluo Kecamatan Hilisalawaahe,  Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, bersama empat anggota BPD melaporkan Kepala Desa  Maluo Sukadamai Halawa kepada aparat penegak hukum, dikutip dari Laman www.perssigap88.co.id, Minggu 04/04/21)

Menurut bendahara Dana Desa, dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) th 2020, serta dugaan pemalsuan setempel Ketua BPD yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota BPD, E. Gulo. 

Menyikapi surat laporan tersebut koordinator sigap88 Sumatera Utara, melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Moluo, Sukadamai Halawa melalui Whatsapp, Senin (5/April/2021).

Saat dikonfirmasi awak media, Sukadamai Halawa, balik bertanya kepada wartawan tentang keabsahan tanda tangan dari 113 warga Desa Maluo yang ada di surat laporan tersebut, dia  mengatakan, "apakah bapak tahu betul tanda tangan itu semua?," katanya.

"jika benar, mari kita sama-sama tindaklanjuti untuk membantu saya, faktanya warga masyarakat Desa yang kami pimpin aman-aman saja," ujar Sukadamai.

Menanggapi hal itu, wartawan sigap88 Yofati Halawa saat dikonfirmasi awak media mengatakan, itu adalah tugas kepolisian, dan apa bila ada yang dipalsukan tanda tangan mereka yang 113 warga masyarakat Desa Maluo, itu akan diselesaikan pihak kepolisian," kata Yofati melalui WhatsApp, Sabtu (17 April 2021).

Ia menduga, kalau memang tidak ada masalah, mana mungkin Ketua BPD membuat laporan kepada penegak hukum, sehinga Kepala Desa Moluo meminta untuk bertemu di Kantor Desa dangan tujuan mencocokkan tanda tangan yang ada di surat laporan tersebut dan mengklarifikasi tentang laporan yang telah dilayangkan.

Kepala Desa Maluo, melalui pesan whatsapp membantah tentang laporan tersebut dan mengakhiri perbincangan, adapun poin-poin yang dilaporkan kelima anggota BPD serta 113 masyarakat Desa Maluo adalah perihal honor/tunjungan kelima anggota BPD dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember Th. 2020 tidak diberikan oleh Kepala Desa Maluo.

Pemalsuan stempel Ketua BPD yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota BPD Elim Kusumendku Gulö dalam pengesahan LPJ Anggaran Dana Desa, sedangkan dugaan pemalsuan pembuatan surat tugas Perjalan Dinas anggota BPD. dalam pengesahan LPJ Anggaran Dana Desa dan Alokasi Dana Desa TA. 2020 tidak sesuai dengan Perbup Kabupaten Nias selatan.

Kepala Desa Sukadamai Halawa, juga diduga telah melakukan pemalsuan data pada upah penerimaan Jambanasi, dimana dalam LPJ th. 2020 di anggarkan sebesar Rp. 2.531.480, tapi yang dibayarkan kepada masyarakat hanya sebesar Rp.1.000.000;  ada lagi dugaan penyelewengan dana penanggulangan Covid-19 yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Muluo.

Dalam laporan, Ketua BPD dan masyarakat, mereka meminta dan memohon kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Nias Selatan Unit Tipikor untuk dapat segera menindak lanjuti laporan itu, dan mohon segera memproses Kepala Desa Maluo.   (Sinema Laia)

×
Berita Terbaru Update