-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Fajar Masih Gelap Rutinitas Santri Panti Asuh Al Barokah Bukit Asam Dimulai

Sabtu, 20 Maret 2021 | Maret 20, 2021 WIB Last Updated 2021-03-20T12:48:42Z
 i

Tanjung Enim (Kabar-nusantara.com) - Meski langit masih gelap dan ayam belum berkokok, Asrun Saputra harus melawan rasa kantuk dan bersiap untuk mengawali harinya. Membasuh wajah dan mandi dengan air yang bikin tubuh membeku, ia dan kawan-kawannya mesti berlomba agar tak terlambat untuk menunaikan ibadah Shalat Subuh. 

Awalnya memang Asrun tidak biasa dengan jadwal dan aktivitas yang kini ia telah jalani selama setahun di Panti Asuh Al-Barokah Bukit Asam, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

"Dalam hati ini, sempat menangis sedih karena jauh dari ibu, karena aku disini sendiri, ibu juga tinggal sendiri di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan,” tutur Asrun, sambil mengenang masa-masa awalnya di Panti. 

Lambat laun, seiring berjalanya waktu rasa sedih berganti menjadi semangat untuk mengejar mimpinya. Ia kembali fokus pada tujuannya untuk menimba ilmu, membahagiakan orang tua yang berada di Kampung. 

Apalagi, di Panti Asuh Al Barokah ia juga bertemu dengan teman-teman sebaya yang saling berlomba dalam ibadah maupun belajar. Rutinitas seperti mengaji dan menghafal Al-Quran ia tekuni, hingga kini ia telah hafal luar kepala juz terakhir dari kitab Al-Quran. 

Menurut Asrun, keputusan keluarga untuk menitipkannya  di Panti Asuh sangat tepat untuk membantu mengejar mimpinya menjadi Polisi di masa depan. 

Pengalaman serupa juga diceritakan Laras Setianda (16) warga Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Danku, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. Laras yang masih bersekolah di SMA Islam Terpadu Muara Enim mengaku sempat kaget saat gabung Juni 2020 lalu terhadap kebiasaan di Panti Asuh.

“Pagi-pagi sekali, kami harus sudah siap berbaris rapi di halaman depan gedung tempat belajar. Ustadz dan ustadzah yang baik - baik mulai mengecek kesiapan kami sebelum menuju masjid untuk Shalat Subuh berjamaah,” kenang Laras. 

Tak hanya ia terbiasa bangun subuh sebelum adzan berkumandang, sekarang Shalat malam dan Tahajud pun telah menjadi rutinitas baginya. Laras merupakan salah satu santri berprestasi di sana. 

Selain hafalan al-Quran-nya yang semakin bertambah, ia juga menjadi juara di sejumlah perlombaan seperti marawis, pidato, azan, murotal, tahfidz, hingga membuat film dokumenter bertema melawan pandemi Covid-19.

Laras berjanji akan berbuat yang terbaik untuk membanggakan orang tua yang telah mempercayakannya belajar di Panti Asuh Al Barokah dengan torehan prestasi dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya serta lebih rajin beribadah.

Sementara itu pengasuh Panti Asuh Al Barokah, Ustadz Badru Sallam, dalam wawancara dengan awak media menceritakan, sejak berdiri 18 Juni 2018 hingga kini jumlah santri di Panti Asuh Al Barokah sudah berjumlah 99 orang.

Santri  terdiri dari 33 santri pria dan 66 santri putri yang berasal dari 22 Kecamatan di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten/Kota di Sumsel dan unit - unit PT. Bukit Asam Tbk (PT. BA) seperti Palembang dan Padang serta khususnya berasal dari ring 1 PT.BA. 

Ustadz Badru mengatakan bahwa PT. BA mendirikan Panti Asuh Al Barokah ini adalah bukti kepedulian perusahaan terhadap yatim piatu dan dhuafa untuk menjadi generasi muda berpotensi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. 

Bersama 10 orang pengasuh lainnya, Panti Asuh Al Barokah menerapkan kurikulum pendidikan tahfiz dan umum dari SD, SMP dan SMA. Membekali santri dengan kurikulum dan disiplin tinggi, harapannya setelah lulus nanti dan ketika santri kembali ke masyarakat ada bekal keagamaan, wawasan, akhlak, budi pekerti yang baik, dan bisa bermanfaat bagi keluarga dan lingkungannya.

Panti Asuh Al Barokah menargetkan bisa mendidik hingga 100 santri di tahun 2021 ini, "kami sampaikan terima kasih kepada PT. BA karena telah peduli lingkungan, akademi, keagamaan dan sosial. Doa kami, PT. BA sebagai perusahaan energi kelas dunia, semoga selalu jaya," ucap Ustadz Badru. (Mahbub)

×
Berita Terbaru Update