-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Produksi Briket Tempurung Sulbar Siap Eksfor Ke Mesir Dan Jordania

Rabu, 17 Maret 2021 | Maret 17, 2021 WIB Last Updated 2021-03-17T02:18:35Z


Sulbar (Kabar-nusantaea.com) - Produksi tempurung kelapa di Provinsi Sulbar siap diekspor ke negara Jordania dan Mesir. Tak tangung-tanggung, sebanyak 40 ton siap diekspor. 

Hal itu terungkap dalam pertemuan Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Daryono dengan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar  di Rujab Gubernur Sulbar, Selasa (16 Maret 2021) 

" Tadi kita melakukan pertemuan singkat dengan pihak Balai Pertanian,  dan rencana kita akan mengexpor sekitar 30 hingga 40 ton tempurung kelapa dengan  tujuan dua negara ke Mesir dan Jordania," kata Ali Baal Masda. 

Ia pun menyampaikan apresiasi dan dukungan yang besar kepada pihak Balai pertanian yang telah melakukan suatu langkah maju dengan memanfaatkan limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sehingga memiliki nilai jual di luar negeri , dan hal tersebut mampu menggerakkan perekonomian Sulbar. 

Ia pun berharap hal tersebut dapat segera terwujud dengan melakukan ekspor tempurung kelapa perdana ke luar negeri, Jordan-Mesir, dan semoga dilanjut ke negara lainnya sehingga berdampak positif bagi pembangunan Sulbar. 

" Jika ini terwujud, akan  mampu menggerakkan ekonomi di Sulbar dan juga mengerakkan tenaga kerja di daerah utamanya di pabrik briket sehingga dapat menambah penghasilan  untuk masyarakat sekitar, " kata mantan Bupati Polman itu.

Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Daryono mengemukakan, pertemuan tersebut dalam rangka membahas persiapan export briket (tempurung kelapa) dari Sulawesi Barat ke Negara Jordania dan Mesir. 

" Briket atau batok kelapa itu adalah limbah tetapi bisa dimanfaatkan dan bisa menjadi nilai tambah, adapun penggunaanya di Mesir untuk penghangat ruangan dan juga sebagai pembakaran untuk makanan," ujar Agus Daryono. 

Agus juga mengemukakan,  sejauh ini briket sudah diexpor namun  terdapat kendala akibat dampak pandemi Covid-19 dengan melonjaknya harga sewa kontainer hingga 300 persen. 

" biaya kontainer naik hampir 300 persen dari biasanya, 

satu kontainer 40 Vit sebesar  Rp.30 juta menjadi Rp.130 juta, makanya kami dari karantina selalu mendorong terus bagaimana problem yang ada dapat diselesaikan secara  bersama-sama dan juga diharapkan ekspor dari briket dapat tercatat di Sulbar sehingga dapat memberikan benefit pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat nantinya," sebut Agus.  (Bang salman) 

×
Berita Terbaru Update