-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Polres Nisel Ringkus Tiga Oknum Pelaku KPK Gadungan

Sabtu, 06 Maret 2021 | Maret 06, 2021 WIB Last Updated 2021-03-12T21:52:00Z

Teluk Dalam, Nisel (Kabar-Nusantara.com) - Polisi Resor Nias Selatan (Nisel) menetapkan tiga orang oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) modusnya ia mengaku tim dari KPK RI dan memakai gantungan sejumlah kartu pers. 

Kapolres Nisel AKBP. Arke Furman Ambat, dalam keterangan persnya kepada awak media, menyatakan, ketiga oknum yang selama ini beraksi mulai tahun 2020 - 2021. Aksi mereka menyamar sebagai petugas KPK atau BPK RI pusat, dan telah terjadi pemerasan kepada para Kepala Sekolah, serta Kepala Desa di wilayah hukum Polres Nisel, ketiga orang tersebut kini memnjadi tersangka, Selasa (06/03)

Mereka para tersangka adalah AA (61) warga Kecamatan Padang Sidempuan alamat Jl. Danau Singkarak lingkungan IV Kelurahan Wek V. Sedangkan SIT (39) warga Kabupaten Mandailing Natal Desa Pulau Tamang Kecamatan Batahan dan ALD warga kota Teluk Dalam Jl. Pasir Putih Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Nias Selatan. 

Mereka memakai kendaraan mobil Toyota Kuda warna hitam dengan nomor polisi BK 1886 FK. Uang yang di amankan dari hasil pemerasan itu sebesar Rp. 4.350.000 satu buah baju rompi hitam bertulisan Wartawan Divisi Hukum Mabes Polri serta satu buah stempel LSM - P2KN

Kronologis kejadian sejak awal bulan Nopember 2020 sampai hari Selasa (02/03 2021). Sekitar pukul 10.00.Wib pagi Polisi menerima laporan dari Gan Rey Siregar (25). Dari hasil pengembangan penyidik ada tujuh orang korban pemerasan oleh ketiga TSK mulai dari Kepala Sekolah dan Kepala Desa. Mereka meminta sejumlah uang yang bervariasi mulai dari Rp. 500.000 itu paling kecil.

Beberapa meliputi nama - nama sebagai korban Kasek SMPN 1 GOMO. EAL (39) Kasek SDN Hilianaa Gomo MT (36) Kasek SDN Orahili Gomo FZT (62) Kasek SMAN 1 Kecamatan Hilisalawa Ahe dan Kasek Hilindraso Niha Raya Kecamatan Toma dan dua orang Kades Bawodobara Kecamatan Teluk dalam STD (52) dan Kades Maluo Hilisalawa Ahe Kecamatan Hilisalawa Ahe.

Kapolres menjelaskan, ancaman mereka hukuman kurungan sembilan tahun penjara. Pasal yang dikenakan yaitu 368 - 369 subs 378jo dan pasal 64 kitab undang-undang hukum Pidana (KUHPidana).  (S.Duha)  

×
Berita Terbaru Update