-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Terbuang Dari 10 Besar Kota Toleransi, DPD KNPI Kota Siantar Lakukan Ini

Kamis, 25 Maret 2021 | Maret 25, 2021 WIB Last Updated 2021-03-25T00:56:24Z

SIANTAR (Kabar-nusantara.com) - DPD KNPI Kota Pematangsiantar menggelar acara peringatan hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1442 H/2021 M dengan tema toleransi dalam prespektif Islam, kegiatan tersebut diadakan di sekretariat KNPI  di Jl Merdeka no 375, Rabo (24/03) pukul 09.00 sampai selesai. 

Dalam agenda diskusi tersebut dihadiri oleh Ustad Ali Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, Rado Damanik, Ketua Umum Himapsi, Ustadz Gunawan, Pendeta Palti Haltoguan, Daniel Siregar (Perwakilan Pemko), IPTU Zulkarnain (Perwakilan Kapolres siantar), beserta beberapa Organisasi Kepemudaan Kota Pematangsiantar yakni, Pemuda Ansor, Ikatan Mahasiswa Siantar, Pmkri, Himapsi beserta organisasi yang lainnya. 

Sementara itu, Kapolres Siantar yang diwakili oleh IPTU Zulkarnaen, mengatakan bahwa "mengenai toleransi, kita harus dapat bekerja sama untuk saling menjaga. Tanpa ada kerjasama, toleransi itu tidak akan terjadi apabila kita semua merasa tidak peduli. Jadi, mari sama-sama kita saling menjaga, " ucap Zulkarnain saat memberi sambutan.

Kemudian, sambutan Ketua DPD KNPI Siantar yang diwakili Muhammad Fikri Nasution, SH ia menyampaikan agar pemerintah kota Pematangsiantar tetap terus memperhatikan KNPI Siantar agar dapat menjadi pemuda-pemuda yang dapat diandalkan Negara. 

"Dalam acara Isra' Mi'raj ini, semoga lebih bertambah iman kita terhadap Nabi Muhammad SAW. Pemuda-pemuda Kota Pematangsiantar sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah, agar bisa terjamin masa depannya nanti dan berguna bagi Bangsa dan Negara", kata Fikri Nasution.

Selanjutnya, dalam sambutan Walikota Siantar yang disampaikan Daniel Siregar, ia mengatakan bahwa "kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif, karena Isra' Mi'raj ini adalah sejarah Islam yang selalu diingat oleh seluruh ummat islam, " tutur Daniel Siregar.

Pada saat diskusi dengan tema toleransi,diawali oleh Pdt Palti Haltoguan menyampaikan bahwa, untuk menjunjung nilai toleransi, inklusif atau inklusivisme perlu dijunjung yang artinya dalam beragama harus meyakini kebeneran agama yang dipeluknya sambil tetap membuka diri untuk mendengar kebenaran dari orang lain, selain daripada itu pdt palti Haltoguan juga menyampaikan ketika terjadi sebuah insiden antara umat beragama, pemerintah daerah mempunyai wewenang untuk menetralisir kejadian yaitu melalui aparatur negara yakni polisi.

" Polisi harus ada respon ketika terjadi insiden antara ummat yang beragama, " jelas Pdt Palti.

Adapun harapan Pdt Palti Haltoguan untuk para OKP yang hadir ialah, semoga kedepannya harus mampu untuk meningkatkan toleransi di kota Pematangsiantar.

Yang Kedua, Rado Damanik selaku ketua umum Himapsi (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) angkat bicara terkait toleransi, ia mengatakan bahwa toleransi tidak hanya dilihat dari sisi agama, melainkan dari sisi budaya bahkan juga di pemerintah ada toleransi. Ia juga menegaskan bahwa, Indonesia itu ada yang namanya Bhineka Tunggal Ika.

"Kita kan ada Bhineka Tunggal Ika itu bukan ajaran umat kristen,bukan ajaran umat muslim,atau ajaran agama lainnya melainkan itu adalah ajaran di negara ini yang artinya walaupun berbeda tapi tetap satu dalam bekerja sama, bergotong royong dalam kebenaran, " ujar Ketua Umum Himapsi tersebut.

"Tidak akan ada yang mau bekerja sama kalau nilai-nilai toleransi itu tidak ditanamkan, " tambahnya. 

Yang ketiga, menanggapi pernyataan Rado Damanik, Ustadz Gunawan mengatakan bahwa, bekerja sama dan gotong royong dalam menggapai kebenaran ketika itu dilakukan oleh antara umat beragama yang satu dengan yang lain maka, akan menjadi bentuk kebersamaan yang indah dalam meningkatkan nilai toleransi di Kota Pematangsiantar.

"Saya sepakat apa yang dikatakan bung Rado terkait kebersamaan, Contoh nya ketika ada kegiatan sholat idul fitri, pemuda kristiani, pemuda muslim, pemuda cina atau yang lainnya bisa ikut andil dalam gotong royong misalnya bersama-sama bergotong royong dalam membersihkan lapangan atau menjaga ketertiban lalu lintas, begitu juga dengan kegiatan natal dan kegiatan agama yang lainnya, mari kita bentuk kerja sama, " tutur ustadz Gunawan. 

Selain daripada itu, ustadz Gunawan juga menyampaikan bahwa agama islam lahir di muka bumi ini untuk membawa kedamaian dan keselamatan, bukan hanya untuk umat muslim saja, melainkan seluruh alam yang artinya sudah mencakup seluruh umat yang beragama. 

Yang terakhir, Ketua MUI Kota Pematangsiantar ustadz Ali, menceritakatan sedikit pengalamannya kepada tamu yang hadir, bahwa ia pernah duduk sama dan makan sama dengan pendeta.

"Agama harus meyakini keyakinan yang sama, yang artinya pak pendeta harus meyakini keyakinannya yang benar, saya juga harus meyakini keyakinan saya yang benar dan saling menghargai, itulah arti kebersamaan, " jelas ustadz Ali. 

Di penghujung acara, seluruh kepanitiaan penyelenggara yaitu DPD KNPI Kota Pematangsiantar beserta narasumber dan seluruh OKP yang lain adakan foto bersama untuk mengabadikan kegiatan tersebut. (RPS/M. Purba)

×
Berita Terbaru Update