-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rencana Tindak Lanjut Monitoring Evaluasi Belajar Dari Rumah, SLBN Lewoleba

Minggu, 21 Februari 2021 | Februari 21, 2021 WIB Last Updated 2021-02-20T19:52:50Z

Lewoleba (Kabar-nuantara.com) - Yohanes Ledo Laba Pengawas Sekolah, saat melakukan monitoring Evaluasi (MonEv) Belajar Dari Rumah (BDR) menyampaikan satu harapan bahwa apabila semester berikut kondisi pandemi Covid’19 di tanah air belum menghilang, SLBN Lewoleba akan tetap melaksanakan pembelajaran daring (BDR). Jumat, (19/02/2021)

Ledo Laba menyampaikan hal itu sebagai satu-satunya Rencana Tindak Lanjut (RTL) BDR Lembaga SLBN Lewoleba. “Saya  melihat beberapa tantangan siswa, Guru dan orang tua peserta didik dalam kegiatan BDR,” katanya.

Sementara itu, Rayamta siswa tunarungu kelas VII dari Desa Kalikasa, Kecamatan Atadei, empat kali dalam semester ini datang ke sekolah. Ia  menanyakan, “kapan mulai belajar di sekolah,” katanya.

Saya datang ke Sekolah pada masa ini akibat  jaringan internet dirumah sulit dan heandphone nokia senter milik ayah rusak.  “dan saya lebih suka belajar di SLB karena setelah tamat langsung bisa bekerja, karena di sekolah didukung kursus ke Naibonat untuk kemahiran bekerja,” tambahnya.

Sementara itu, guru-guru dalam program BDR juga sering menghadapi pertanyaan dari peserta didik , “kapan kami belajar di sekolah,” kata Arjuna siswa kelas VI tuna grahita, sedang, Erlan Tunagrahita ringan, Lia kelas IX tunagrahita IX Epen kelas V tunagrahita sedang dan beberapa lainnya.

Lebih lanjut seorang guru, Sesilia Palmatia Pulo Uran melaporkan dalam kegiatan BDR kelas III mengatakan, Ada orang tua siswa lucu, diajak kompromi tentang kegiatan BDR anaknya melalui telephone, “tetapi dia menanggapi pembicaraan tersebut dengan bersiul” kata Sesilia sambil tertawa kesal. (16/2/21)

Beberapa Guru lainnya menambahkan, masih banyak orang tua yang lebih mementingkan kesehatan anaknya, dan belum mengijinkanya belajar di sekolah, “Keadaan ini menjadi alasan kami tetap mendatangi siswa mengantar bahan BDR dan menjemput hasil BDR,” katanya.

Pengawas sekolah dalam menutup kegiatan MonEv BDR tersebut mengatakan, Orang tua perlu diberi motivasi agar mampu menyediakan  perangkat gawai bagi anaknya, “ dengan adanya perangkat android ditangan siswa, guru dan siswa akan bisa menjalankan BDR daring dengan lancar,” jelasnya.

Lebih jauh dia berpesan, mari kita wujudkan RTL, “para Guru perlu diklat pembuatan video pembelajaran, anggarkan paket data untuk guru dan siswa melalui RABS, bahkan dorong program ke provinsi pengadaan wifi/schollnet karena pihak sekolah membutuhkan  google classroom,” tutup Ledo Laba.  (Mery)

 

×
Berita Terbaru Update