-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Ketua DPRD Maybrat Sebut Manfaat Otonomi Khusus Sangat Besar Bagi Papua

Minggu, 10 Januari 2021 | Januari 10, 2021 WIB Last Updated 2021-01-10T00:24:07Z
Ketua DPRD Maybrat Ferdinando Solosa, SE

Maybrat, Kabar-nusantara.com - Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solosa, SE mengatakan pemberlakukan Undang-undang (UU) No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua hadir sebagai jalan tengah untuk menguatkan integrasi Papua, sekaligus jembatan dalam mewujudkan perdamaian dan membangun kesejahteraan di Tanah Papua.

Otsus masih berlangsung sesuai UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Sejauh ini, dana Otsus untuk Papua mencapai Rp126,9 Triliun yang difokuskan terutama 30 persen untuk sektor pendidikan dan 15 persen sektor kesehatan dan gizi. "Dengan besaran dana Otsus tersebut, menunjukkan komitmen pemerintah membangun Papua." katanya kemarin (9/1)

Menurut Ferdinando Solossa, kehadiran Otsus Papua sejak 2001 merupakan sebuah tuntutan orang Papua yang merasa tertinggal dari berbagai aspek. Dalam kurun waktu 20 tahun sampai saat ini, kehadiran Otsus diakui memang memberi manfaat yang begitu besar. "Manfaat Otsus sangat besar bagi Papua, bahkan dari sisi anggaran setiap tahun terus meningkat," kata Ferdinando saat ditemui awak media ini.

Ia menjelaskan, anggaran Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat dari tahun 2000 hingga saat ini, di mana dari sisi besaran dana terus meningkat, juga diprioritaskan untuk empat program prioritas. Seperti aspek pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal itu, menjadi bukti, bahwa perhatian pemerintah pusat ke Papua begitu besar.

Ia berharap, dalam implementasi ke depan, pemerintah daerah diberikan ruang sebesar-besarnya dari sisi kewenangan agar Otsus makin memberi manfaat optimal. Juga, agar implementasi Otsus itu terakomodasi secara baik sehingga anggaran yang begitu besar bisa direalisasikan sesuai dengan peruntukannya. "Dengan begitu, dari sisi manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Stisos OYO Papua di Teminabuan Yosep Bles, SH, MH mengingatkan bahwa masyarakat Papua jangan keliru memaknai Otsus. Menurutnya, Otsus tidak akan berakhir pada tahun ini.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Otsus itu sebanyak 78 pasal, tidak ada satu pasal pun yang menyatakan akan berakhir tahun 2021. Yang jelas, di pasal 34 ayat 6, disebut bahwa yang berakhir pada tahun 2021 adalah dana otonomi khusus. Jadi, kata Hendrik, harus ada satu pemahaman di masyarakat, bawah bukan Otsus yang akan berakhir. Namun, dana Otsusnya yang akan berakhir. "Papua akan tetap mendapat keistimewaan." katanya.

Jadi jangan bikin kebingungan kepada masyarakat bahwa otsus itu akan berakhir. Itu keliru, yang berakhir itu dana otonomi khusus pada pasal 34 ayat 6. Dana otonomi khusus berakhir tahun depan sedangkan otonomi khususnya terus berlanjut. Yosep menilai, perlu perbaikan soal evaluasi Otsus agar hasilnya bisa lebih dilihat masyarakat sehingga masyarakat bisa berkontribusi memberi masukan. Harapannya, dengan lebih terbuka, bisa mendapat gambaran utuh tentang otonomi khusus di Papua.

Meski demikian, dia mengakui bahwa Otsus juga membuahkan hasil positif. Misal terjadi daerah pemekaran, distribusi kewenangan di daerah, distribusi ekonomi dan potensi PAD daerah lebih optimal dengan adanya pemekaran "Karena otonomi khusus itu jadi ada pemekaran-pemekaran di Papua, ini contoh yang berhasil menggembirakan," ucapnya. (Engel Semunya)

×
Berita Terbaru Update