-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

LBH SIKAP Lembata Layangkan Somasi ke Pimpinan Proyek Jembatan Waima

Kamis, 31 Desember 2020 | Desember 31, 2020 WIB Last Updated 2020-12-31T14:14:42Z

Kabar-nusantara.com, Lembata - Ketua bidang advokasi dan urusan eksternal LBH SIKAP Lembata, Rafael Ama Raya, S.H, M.H melalui sambungan seluler menerangkan bahwa LBH SIKAP telah mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi/teguran hukum kepada pihak perusahan yang mengerjakan jembatan waima itu. Kita sudah surati pimpinan proyeknya kemarin (30/12) 

Kita desak agar segera berikan hak klien kami Beda Mukin, kalau tidak diindahkan akan kita ambil langkah hukum yang lebih serius, bisa kita bawa ke ranah pidana penipuan, bisa juga kita layangkan gugatan secara perdata ke pengadilan Negeri Lembata, biar publik tau kalau jembatan telah selesai di kerjakan namun ada hak-hak rakyat kecil yang diabaikan disitu. 

Lebih lanjut magister hukum itu mengatakan, bukan soal apa-apa ya, ini soal keadilan buat masyarakat kecil di desa, kita tidak ingin hak rakyat dipermainkan, "berikan apa yang menjadi milik orang-orang kecil ini." tutup Rafael saat memberikan keterangan kepada media. 

Di balik megahnya pembangunan Jembatan waima, pihak kontraktor ternyata belum melunasi utang biaya material yang telah digunakan untuk membangun jembatan warna-warni itu. Menurut Gergorius Beda Mukin, pemilik material, saat ini hutang yang belum dibayar PT. Utama Karya Timor mencapai Rp 25.000.000 dari  total 35.000.000.

Saat di temui awak media, Beda Mukin mengungkapkan bahwa  dirinya baru di transfer oleh Jon Tanur  selaku pemenang proyek jembatan Waima, berjumlah Rp.12.000.000 dengan rincian; Rp.10.000.000 digunakan untuk uang panjar biaya material galian c dan Rp.2.000.000 untuk biaya pengobatan anaknya yang mengalami kecelakan.

Saat ini keadahan ekonomi keluarga sangat memprihatinkan, dan dirinya sudah berupaya melakukan komunikasi baik bertemu langsung maupun lewat telpon, namun dirinya tidak mendapatkan kejelasan. "saya merasa dibohongi sehingga saya mendatangi LBH SIKAP untuk meminta pendampingan dalam penyelesaian persoalan ini.  (Red. Rifly)


×
Berita Terbaru Update