-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Internasionalisasi UMM Di Era Revolusi 5.0

Senin, 07 Desember 2020 | Desember 07, 2020 WIB Last Updated 2020-12-10T23:25:25Z

Kabar-nusantara.com, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyatakan kesiapannya go international. Direktur Program Pascasarjana UMM Prof. Ahsanul In’am, Ph.D menyatakan bahwa UMM adalah tempat menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh mahasiswa yang berasal dari lokal Indonesia, dan ratusan mahasiswa asing yang berasal dari negara-negara sahabat. Internasionalisasi Perguruan Tinggi (PT) diperlukan dalam rangka menjawab tantangan revolusi 5.0 di dunia.

“Setiap tahunnya UMM menerima 100-200an mahasiswa asing. Dalam rangka internasionalisasi UMM, Pascasarjana UMM setiap tahun bekerjasama dengan AMCA dan beberapa PTN dan PTS di Indonesia mengadakan seminar Internasional”, kata In’am. Untuk tahun 2021 insyaallah akan dilaksanakan di Uzbekistan. Kegiatan Visitting Professor (VP) dan seminar internasional Tahun 2020 merupakan rangkaian agenda internasionalisasi UMM di masa covid 19. Dalam kegiatan ini kita bekerjasama dengan, Armenia, Ukraina, India, Inggris, Philipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Singapore, Timor Leste, dan 27 PTS dan PTN di   Indonesia, lanjut In’am.

Perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya membantu pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang tinggi, yang dapat bersaing secara global dan yang menghasilkan karya ilmiah yang penuh inovasi dan teknologi tepat guna di era masyarakat 5.0. Internasionalisasi sebagai peningkatan kualitas pendidikan bisa berbentuk internasionalisasi program studi, internasionalisasi Bahasa Indonesia, internasionalisasi perguruan tinggi dalam mendatangkan mahasiswa asing. 

Perguruan tinggi di Indonesia harus terus mengembangkan diri, meningkatkan kualitas dan kapasitas, serta tidak canggung berkiprah di dalam forum global, sebagai salah satu modal utama dalam menjalin dan mengembangkan kerjasama strategis dengan perguruan tinggi atau lembaga internasional serta menarik minat mahasiswa internasional menempuh studi di perguruan tinggi Indonesia, papar In’am.

Internasionalisasi dalam bidang pendidikan telah menjadi indikator peningkatan kualitas. Kolaborasi dan kemitraan internasionalisasi merupakan salah satu aspek dalam berbagai akreditasi dan sertifikasi pendidikan. Kolaborasi bisa dilakukan oleh dua atau lebih universitas, yang tergabung dalam jaringan atau konsorsium. Internasionalisasi tidak hanya sebatas proyek gabungan, penelitian bersama dan pertukaran pelajar, tetapi lebih dari itu. Misalnya banyaknya universitas dari negara maju yang membuka cabang di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Internasionalisasi mengindikasikan adanya pendidikan tanpa batas negara, trans-nasional, bisnis pendidikan antar negara (borderless-, transnational, cross border and trade in education services). Internasionalisasi perguruan tinggi diartikan sebagai sebuah proses di perguruan tinggi yang mengintegrasikan komponen internasional ke dalam tujuan, fungsi atau penyampaian pendidikan. Hal ini mencakup pengembangan kurikulum dan inovasinya; pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan dan perluasan program studi; pemanfaatan bantuan teknologi untuk pembelajaran, pelatihan budaya, pendidikan untuk mahasiswa internasional dan penelitian/publikasi bersama. (Ferisman Tindaon, 2015). Termasuk internasionalisasi Bahasa Indonesia. Sejak 1995 UMM telah menghasilkan ribuan mahasiswa asing yang mahir dalam berbahasa Indonesia. (Isma) 

×
Berita Terbaru Update