-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tol Pekanbaru - Dumai Menyapa Dunia, Menarik Jutaan Wisatawan

Sabtu, 03 Oktober 2020 | Oktober 03, 2020 WIB Last Updated 2020-10-03T06:50:28Z

Oleh : Asripilyadi,SE.MM

Kabar-nusantara.com, Riau. Kota Bertuah, ratusan objek wisata didalamnya yang menarik, indah dan penuh pesona. Kota besar, infrastruktur semakin canggih, gedung - gedungnya mulai mencakar langit, jembatan layang, pesona danau dan jalan tol berfungi penghubung kota dan provinsi beroperasi.

Dibawah sinar rembulan malam, pusat kota bak surgawi yang memukau, lampu hias berwarna warni menghiasi sepanjang jalan, pesona layton yang indah seperti Batam ke dua. Semua bermakna bakal terjadi peningkatan ekonomi masyarakat.

Jelang larut malam setelah terbenam matahari, kota ini menampakkan wajah sesungguhnya,...sangat memukau, aman, nyaman dan semua ada, mulai dari nasi gorengnya, makanan dan minuman khas hingga gulai patin dan baung yang sudah menyapa dunia dan wiatawan manca negara sangat mudah dicari.

Begitupun, pada siang, di bawah terik sinar matahari pagi, suasana kota mulai riuh, riak dan ribuan kendaraan memadati seantura jalan dan pinggiran super market megah. Ribuan manusia selalu sibuk dengan aktivitasnya masing - masing. Hebatnya, semua berjalan aman, damai sebagai mana banyak orang menyebutkan "Tanah Melayu" orangnya ramah dan santun. Julukan itu tidak hanya sebatas kata tetapi nyata, mari buktikan ....

Pada Sabtu pagi, sejak dibukanya jalan "Tol Pekanbaru - Dumai" selama ini harus menempuh 8-10 jam, kini..hanya dua jam saja, Kota Dumai dapat dijajaki, kota minyak, kota industri di Riau Daratan. Pelabuhan yang sudah mendunia, lalu lintas barang dan jasa.

Hanya beberapa menit saja dari pusat Kota Pekanbaru, dari MALL PEKANBARU (MP) sudah tiba di pintu gerbang masuk tol. Hanya beberapa menit juga dari LIVING WORLD, Mall SKA pusat rekreasi dan perbelanjaan masyarakat.

Pada Sabtu pagi itu, selepas sarapan, minum kopi ginseng, roti bakar, ku bersama teman - teman sebut saja IC dan IM, IT 

menuju sebuah kendaraan kecil terparkir tidak jauh dari cafe, pintu kami buka langsung masuk dan duduk di kursi masing - masing.

Ku ambil posisi belakang, sembari dalam perjalanan bisa berselfi ria, membuat Poto kenangan pertama terbuka dan beroperasi jalan tol. presiden RI Joko Widodo meresmikannya melalui Vidcom karena stituasi masih suasaan Pandemi COVID-19. Suasana protokol kesehatan kami meluncur dengan kendaraan roda empat warna merah, AYLA itu mereknya. 

Kami Ingin menjajaki pesona jalan tol dan membuktikan beroperasinya jalus singkat ini adalah kebanggaan masyarakat Riau, Tol yang juga awal di bukanya oleh Gubernur Riau Samsuar.

Sembari duduk dalam mobil, bercerita, menikmati alunan musik slow rock, lagu kenangan, membuat pikiran dan perasaan nyaman dan bahkan mata tak pernah berkedip menatap kiri kanan, depan dan belakang dengan seksama memandang begitu indahnya kota Bertuah Pekanbaru.

Waktu berlalu, setiba di gerbang TOL, mobil dengan gas yang pelan, terhenti sejenak, menunjukan kepada petugas Kartu Masuk, setelah kartu di cas, kembali kendaraan melaju menelusuri jalan tersebut dengan kecepatan rendah sesuai petunjuk yang dibuat petugas dan tertancap di pinggir jalan.

Luar biasa indah, lurus dan sepanjang jalan terlihat lahan kebun sawit. Karet dan lahan kosong masyarakat. Justru semakin membuat semua pengendara terkesima. Tak ubahnya kami, sembari meluncur dengan kendaraan, dlaam mobil teebersit seperti melaju tanpa tujuan.

"Hanya ingin menelusuri dan menikmati indahnya tol Pekanbaru - Dumai," kata IM sepanjang jalan. Begitupun IC menyebutkan, kita adalah perdana masuk tol, " Bukan cuma mendengar kata orang, tetapi langsung berada di lokasi," ujarnya sambil mengendarai kendaraan.

IC dengan nada happy juga mengatakan, setakat ini gratis lho, alias "Tidak Bayar," ucapnya.

Mendengar itu akupun tenang, awalnya terbayang bahwa sangatlah mahal uang masuk tol.

Hal menarik lagi adalah jika Tol Pekanbarub- Padang selesai justru Riau akan semakin maju dan jutaan target wisatawan.

Tak terasa perjalan sudah masuk 65 kilo meter dari pusat gerbang Tol Pekanbaru, terlihat ada sebuah pemandangan unik yakni tempat beristirahat tertulis " Rest Area" hati

Tak terasa perjalan sudah masuk 65 kilo meter dari pusat gerbang Tol Pekanbaru, terlihat ada sebuah pemandangan unik yakni tempat beristirahat tertulis " Rest Area" hati lega karena sejenak dapat meregangkan otot sembari membeli dan minum air mineral yang di jual dalam sebuah mini market.

Mobil pun berhenti pas di antara kendaraan mewah milik pengusaha, terlihat kendaran berbagai tife, merek terparkir lurus, rapi mengikuti pentinjuk. Mata memandang sungguh luar biasa jalan tol, lurus, rapi dan bahkan keloknya sangat menakjubkan memukau mata, melepaskan dan mengobati rasa lelah.

Kami pun turun, melihat situasi dan akhirnya menuju sebuah mini market kecil mencari beberapa botol minuman segar. Aku sendiri membeli sprite botol kecil, lalu keluar menuju parkiran sembari memegang Handpone untuk memanfaatkan moment tersebut menjadi sebuah file dokumen pribadi.

Ratusan orang dan lebih 30 kendaraan terparkir dengan tujuan yang sama, istirahat. Hanya beberapa menit, kami kembali masuk dalam mobil, menuju lebih kurang puluuhan kilometer lagi kedepan. Tak lama kemudian ada pembelokan, tanpa pikir panjang kami pun membelokkan kendaraan kembali ke kota Pekanbaru.

Hanya waktu 45 menit, tibalah kami di kota bertuah, sembari makan malam, berkisah tentang indahnya tol Pekanbaru menyapa investor dan wisatawan.

Akhirnya kamipun berpisah istirahat  masing masing.(Asri).

×
Berita Terbaru Update