-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Guru Mas'ud, Makam Pulau Tukung, Keramat Pertama di Kalimantan

Kamis, 15 Oktober 2020 | Oktober 15, 2020 WIB Last Updated 2020-10-15T02:00:07Z

Gubernur Kaltim, H. Isran Noor (pegang Yasiin)
Bersama Guru Mas'ud di Makam Pulau Tukung

Kabar-nusantara.com, Balikpapan - Makam Pulau Tukung merupakan salah satu makam di Balikpapan yang dikenal sebagai makam keramat oleh  masyarakat.  Lokasinya di seberang pelabuhan Balikpapan. Peziarah yang datang ke makam yang dikenal keramat ini, tidak hanya berasal dari Balikpapan namun juga dari daerah-daerah lain luar Balikpapan.

Menurut cerita ulama setempat, yang bersemayam di makam ini merupakan seorang ulama perempuan yang masih termasuk dzurriyyah (keturunan) Rasulullah Muhammad SAW,  bernama Syarifah Maryam. Saat ini yang bertugas sebagai  penjaga makam adalah Hj. Mastia, setelah sebelumnya dijaga oleh almarhum Habib Gasim bin Haji Ungkuk. Menurut kisahnya, dulunya makam tersebut berada di tengah laut, namun kemudian di pindah ke daratan karena tempat itu diperlukan pemerintah untuk pembangunan Pelabuhan.

 “Di zamannya, Syarifah Maryam ini adalah penyebar Islam pertama di Kalimantan Selatan dan Timur yang hidup ratusan tahun lalu,”  kata KH. Syekh Mas’ud Husain Al-Hasani, ulama kharismatik Kalimantan yang akrab disapa Guru Mas’ud saat dihubungi di kediamannya {14/10}.

Syarifah Maryam ini lanjut Guru Mas’ud, seorang yang hafal Al-Qur’an lengkap dengan makna dan keterangannya, sehingga dengan pemahaman agama yang dia miliki, mengabdikan dirinya untuk berjuang menyebarkan islam di tanah Kalimantan.

Saat itu beliau rela melakukan  perjalanan dari Banjar, Paser, Balikpapan sampai ke Kutai dengan mengendarai perahu atau kapal kayu untuk mengajarkan agama Islam kepada masyarakat setempat. Namun akirnya beliau pun meninggal dalam sebuah kecelakaan laut dimana jenazahnya ditemukan warga di tepi laut (pulau tukung) dan dimakamkan di lokasi tersebut. Karena kegigihannya itu, akhirnya agama Islam bisa diterima oleh masyarakat Kalimantan. Perjuangannya pun diteruskan oleh generasi penerusnya yang menjadi ulama-ulama pejuang, termasuk diantaranya Datuk Palambayan (syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari). Beliau adalah generasi penerusnya.

Namun sayang lanjut Guru Mas’ud tidak banyak masyarakat yang tahu tentang perjuangan Syarifah Maryam ini, sehingga mereka yang berziarah ke makamnya pun tidak banyak. Makamnya  berada di seberang pelabuhan laut Semayang Balikpapan  hanya berupa sebuah rumah kecil di pinggir jalan.

“Kita patut berterima kasih dan bersyukur kepada beliau sehingga Islam bisa berkembang di Kalimantan ini,” ujar Guru Mas’ud yang juga Ketua Umum DPP Perhimpunan Rakyat Asli Kalimantan (Perak).

Guru Mas’ud pun menyarankan kepada pemerintah untuk memugar kuburan tersebut dan mencarikan lokasi yang luas dengan tempat yang baru, sehingga masyarakat peziarah yang datang berkunjung tidak terhambat, apalagi  dengan kondisi tempat parkiran yang susah seperti saat ini. Karena makam wali ini termasuk bukti sejarah tentang pengembangan Islam di Kalimantan.

Guru Mas’ud pun mencontohkan dengan makam wali yang ada di Martapura dan Jawa, dimana pemerintahnya memberikan akses dan tempat yang luas untuk lokasi makam. Sehingga ribuan peziarah tiap bulanpun datang ke lokasi tersebut, tentu kondisi demikian bisa mengangkat perekonomi masyarakat setempat, bahkan bisa juga meningkatkan perekonomi daerah tersebut.

Lebih jauh dirinya mengingatkan bahwa menziarahi kubur bukan berarti meminta sesuatu kepada ahli kubur, tetapi meminta itu hanya kepada Allah SWT.  Adapun dalam  menziarahi kubur itu, kita mendoakan ahli kubur supaya amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Perlu diketahui sesuai dengan syariat islam, bahwa roh itu tetap hidup meskipun jasadnya sudah masuk kubur, dan mengetahui siapa yang mengirimkan doa untuknya. Maka kalau rohnya orang alim, tentu akan mendoakan kembali dengan meminta kebaikan Allah SWT untuk orang yang telah mendoakannya.

Menurut Guru Mas’ud, “menziarahi kubur adalah sebagai pengingat bagi kita, bahwa suatu saat kita pun akan meninggal dan dikubur, karena itulah kita semua harus menyiapkan amalan sebaik mungkin dari sekarang.” tuturnya mengakiri perbincangan. (Andi)  

 


×
Berita Terbaru Update