-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Destinasi Curug Sentral Jadi Tambang Emas Bagi Jumin dan Kawan-kawan di Perkebunan Teh Jayanegara, Kabandungan-Sukabumi.

Minggu, 25 Oktober 2020 | Oktober 25, 2020 WIB Last Updated 2020-10-25T03:35:40Z


Kabar-nusantara.com, [Sukabumi] Amir, seorang  pria kelahiran tahun 80 an yang akrab disapa Jumin lahir dan di besarkan di kampung Jayanegara, Ponok Beureum. Rt. 01/01. Desa Kabandungan Kecamatan kabandungan Kabupaten Sukabumi. 

Beliau adalah seorang karyawan tetap di Perusahaan 2tang selaku Pemilik Saham Perkebunan Teh Hijau Jayanegara. 

Moderenisasi yang datang menghampiri  lingkungan dikampung halaman nya tak membuat  Jumin terpengaruh dan berubah  keluar dari  zona nyaman dengan karakteristik  yang natural  dan humanis sebagai seorang pemuda Desa identik  lugu serta polos dalam interaksi sosial namun  penuh dengan kejujuran dan kesederhanaan di setiap corak dan gayanya.

Jumin dari mulai beranjak dewasa hingga kini  menjadi seorang ayah dalam keluarga kecil nya yang bahagia, Jumin masih tetap seperti dulu.  Pria lugu yang selalu ber topi pada kepala plontosnya merupakan ciri khas tersendiri. Atas gagasan dan harapan tentang masa depan wajar saja lah kalau seorang Jumin  disebut Pria Kampung yang visioner. 

Jumin seorang pria yang telah dikaruniai 2. orang anak dan seorang isteri  yang menjadi pendampingnya ia merasa senang dapat jumpa dan bersua dengan awak media  hingga  berbagi cerita atas pengalaman dalam  kehidupan Jumin sebagai seorang karyawan di Perkebunan.

Dengan demikian Jumin tetap tegar menatap masa depan yang  ceria dengan  penuh rasa syukur atas nikmat dan karunia Tuhan yang telah di berikan kepadanya. Papar Amir yang selalu menyebutkan diri nya sendiri Jumin. Sabtu, (24/10/20). Sore. 

Munculnya ide dan gagasan atas dorongangan  sebuah  kebutuhan  bagaimana caranya Jumin dapat mencari income Tambahan, bagi seorang karyawan perkebunan kaya daya yang notabene gaji sebulan hanya cukup untuk makan. ucapnya. 

Berawal dari situ lah Jumin dan kawan-kawan pada tahun 2015 mencoba membuka peluang usaha tambahan dengan mengelola potensi yang ada di sekitar Perkebunan Teh Jayanegara, tidak ditemukan potensi lain selain Curug Sentral   yang dapat dijadikan sebuah Destinasi Wisata di kampung halamannya. tandas Jumin . 

Meski hanya sebatas lisan, ijin dari pihak Perkebun untuk mengelola Destinasi Wisata Curug Sentral Jayanegara, Jumin  percaya dan ber komitmen  terhadap dukungan itu. Bahkan Jumin selalu memberikan kontribusi dari hasil yang di dapat. Dengan nominal relatif per bulannya selalu ada dengan rumus pembagian 50% setelah di potong biaya pengelola di lapangan. imbuhnya

Bagi Jumin dengan pola seperti apapun tak masalah, yang penting warga disini juga dapat merasakan dengan keberadaan destinasi wisata curug sentral ini. 

Kalau pihak Perkebun dapat memberikan ijin secara tertulis kepada kami untuk mengelola Wisata Curug ini. Kami pun akan lebih leluasa untuk menata dan mengelola dengan pihak terkait, baik pemda maupun investor swasta. Agar Curug ini bukan saja menjadi sebuah Destinasi alam biasa melainkan menjadi sebuah Destinasi dunia,  serta dapat dijadikan sumber inkam tambahan bagi pihak terkait. Baik itu Pemda, pihak Perkebunan  dan juga bagi kami-kami ini selaku warga masyarakat yang notabene penghuni rumah bedeng dan  berada di lingkungan Perkebunan Teh Jayanegara Indah. " Dibalik Ketegasan Harus Ada Kebijakan" Pungkas Jumin. 

(Dedi Cobra) 

×
Berita Terbaru Update