-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Usia Muda Kreatif, Mengejar Visi dan Prestasi

Rabu, 30 September 2020 | September 30, 2020 WIB Last Updated 2020-09-30T13:46:34Z

Oleh : Asripilyadi, SE.MM

Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (UPI YPTK) Padang, Sumatra Barat (Sumbar) adalah tempat Windika Pilyadi menuntut ilmu. Tidak jauh memang, hanya ratusan kilo meter perjalanan dari Kampung kelahiran Kota Rengat, Riau. Hanya menghabiskan waktu hingga 12 jam perjalanan melewati Kuansing dan Kiliranjau, itulah tiga tahun lalu.

Berangkat membawa sebuah harapan dengan penuh semangat mengejar prestasi pendidikan, setiba di Kota Padang, UPI adalah tujuannya. Menjadi mahasiswa Fakultas Komputer jurusan Sistim Informasi (S1), pilihan utama. Mulai kuliah sebagai mahasiswa aktip, berjalanlah bulan dan tahun tanpa terasa. 

Pada suatu ketika ada teman dikampusnya, bisa disebut teman akrab sesama kuliah mengajak ikut berbisnis sembari kuliah, " Saya tertarik, bergabung menjadi mitra," kata windi, Rabu (30/9).

Ia menceritakan, langkah ini untuk mengembangkan diri dan mengejar prestasi dibidang penjualan dan pengembangan karakter.

Akhirnya ikut bergabung, MLM TIENZ adalah tempat berlabuh, seperti menjadi kesukaan dan hobi, usaha dijalani penuh keikhlasan. Berbagai seminar motivasi diikuti Windi, justru membuat semakin bersemangat dan bahkan terus bangkit. Ia membagikan waktu kuliah dan berbisnis, dua dua sejalan tanpa rintangan.

Sosok muda kreatif, tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk hal tidak produktif, sembari kuliah di kampus kesayangannya juga aktif mengerjai prestasi lain yakni berjuang untuk masa depan, bergabung sebagai mitra bisnis Multi Level Marketing (MLM) TIENS.

Satu dua tahun berjalan, ternyata berhasil berprestasi dibidang usaha ini, hingga usaha berkembang pesat lolos masuk keseluruh kabupaten/kota di Sumbar. Bahkan merbah sampai  ke provinsi tetangga, tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan.

Tidak terasa waktu berlalu tiga tahun, Windi bisa membagikan waktu kuliah, belajar dan berbisnis. Tak heran semangat juangnya begitu tinggi hingga tiada waktu yang luang seperti pemuda lainnya hanya bersantai berdiam diri dirumah.

Mengejar prestasi bukanlah mudah, tapi semangat justru membuat segalanya menjadi mudah. Belajar dari kesuksesan orang lain, motivasi leader dan keluarga membuat sosok Windi yang masih katagori usia muda justru bisa mewujudkan impiannya dengan cepat "Berani Memulai" itulah bahasa cepatnya.

Berbekal keberanian, kegigihan, keyakinan usaha yang digeluti justru menapakkan hasil. Mobil warna merah kesayangannya, menemani dan mengantar dirinya menapaki jalan demi jalan, turun gungung, turun kota. Melobi dan negosiasi produk TIENZ kepada sejumlah pelanggan maupun downline.

Sungguh luar biasa perjuangan, bisa membagikan waktu dalam mencapai prestasi.menggapai angan dan bisa menembus awan, badai. Ribuan relasi, masyarakat semua umur menjadi target penjualan. Kadang memakai dasi dileher dalam sebuah seminar kesuksesan, namun terkadang hanya pakaian seadanya menjumpai klien dengan sebuah keyakinan dan rendah hati.

Mengenang tiga tahun lalu, tak terasa masa SMAN 1 Rengat Barat berlalu. Kota kelahiran ditinggalkan untuk berjuang dengan optimal belajar dewasa dan mandiri. Kemandirian membuat sosok Windi justru semakin berprestasi dibidang yang disukainya.

Ia juga bercita cita menyelesaikan kuliah Sarjana Komputernya tepat waktu, dengan harapan melanjutkan ke tingkat lebih tinggi Pasca Sarjana (S2) linier sebagaimanan kuat hati mewujudkan harapan orang tuanya.

Perjalan yang panjang, tapi tak terasa baginya tumbuh dewasa dengan bekal pengalaman. Padang, Jambi. Riau dan Bengkulu baginya adalah seperti tidaklah asing dan jauh. Karena perputaran bisnis dan karir dilalui tanpa lelah.

Semangat, kata semangat membuat Windi terus bertahan dalam mencapai kesuksesan itu. Prestasi demi prestasi di usaha TIENZ justru diraihnya. Windi sering berkata " Aku mesti berhasil, tidak akan menyerah dalam mencapai sukses," katanya dengan penuh optimis.

Pada suatu ketika, bisnis dan kuliahnya sedikit tergangu, berdoa dan terus bertahan itulah kuncinya. Itu semua tidak terlepas dari bimbingan dan binaan serta dukungan dari orang tua.

" Saya harus berjuang, impian harus tercapai," lanjut Windi suatu ketika. Kalimat singkat namun memiliki makna tinggi. Semangat seperti gunung batu, kokoh dan tegas tak mudah patah apalagi pecah.

Suatu ketika, dalam keadaan galau Windi berdiskusi dengan orang tuanya. "Mohon doa agar usaha dan kuliah dapat dijalani dengan baik, lancar," sebutnya berharap.

Sebagai orang tua tentu terus memberikan dukungan, doa agar anaknya sukses. Diskusi dan keterbukaan itu lah hal utama. Ternyata benar, karir dan prestasi di peroleh berjalan mulus. Hambatan dan rintangan bisa dihadapinya. Hingga kini semua masih berjalan aman, percaya diri itulah hal penting.

(asri).

×
Berita Terbaru Update