-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PASTA MABA BERAKHIR DDEMO MAHASISWA IAIN PALOPO

Rabu, 16 September 2020 | September 16, 2020 WIB Last Updated 2020-09-16T08:08:53Z
Kabar Nusantara, Palopo (16/9)

   Lagi, mahasiswa kampus IAIN Palopo Sulawesi Selatan  sejak tgl, 13 september melakukan unjuk rasa, mereka menolak mengadakan PBAK secara online. Padahal hasil ini sudah di tentukan para dosen mengingat adanya pandemi cobid-19 yang tidak mendukung untuk melakukan PBAK secara offline atau face to face.  Demo kali ini terjadi di depan kampus hijau (IAIN) kota palopo tanggal 10 September 2020 yang lalu.
    Mahasiswa menolak PBAK online karena merasa tidak adil atas keputusan tersebut. Sebab beberapa kampus di kota palopo telah mengadakan PBAK secara offline. Hal ini memicu mahasiswa tingkat melakukan unjuk rasa dengan membakar ban di dalam kampus. Mereka bahkan menggunakan toa (pengeras suara) untuk menyampaikan pendapatnya dengan cara yang tidak etis, seperti "education without a good attitude Will failed" kata dosen.
Lebih parah lagi seorang  mahasiswa pemegang toa itu membuat ulah, sehingga Rektor mengamuk karena berorasi di depannya.
    Sejauh ini para dosen IAIN Palopo tidak menanggapi demo mahasiswa. Karena tanpa face to face pun PBAK online ini akan tetap berlangsung. Muhammad Ashabul Kahfi (20) mahasiswa jurusan hukum ekonomi syariah berkata "menurut saya PBAK online ini akan membuat MABA kesulitan dalam berkomunikasi secara online, hal ini tergantung pada mahasiswa yang di beri amanah menjadi pembina MABA tahun ini".
    Unjuk rasa ini tidak menimbulkan kerusakan fasilitas yang berarti, hanya saja hal ini menganggu ketenangan warga setempat. ujar narasumber kita Muhammad Ashabul Kahfi. Demo ini di adakan oleh mayoritas mahasiswa IAIN fakultas Hukum Tata Negara (HTN)
 "pendapat saya unjuk rasa ini hanya sia² saja di lakukan karena PBAK secara online akan tetap berlangsung saat ini dan ada hal  lain yang lebih penting untuk di perhatikan" ujarnya  "dan tentunya kita patut meng-iyakan ketentuan ini, sebab masa pandemi covid-19 ternyata angkanya masih melambung tinggi di Indonesia.

(Reporter Mutiara)

×
Berita Terbaru Update